Jika tekanan darah terlalu tinggi dan memengaruhi jantung atau paru-paru, penderitanya dapat mengalami sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring.
BACA JUGA:Menurunkan Kolesterol Secara Alami: Khasiat Daun dan Rempah dalam Pengobatan Tradisional
7. Darah dari Hidung (Mimisan)
Meski tidak selalu, mimisan bisa menjadi gejala hipertensi mendadak. Pembuluh darah kecil di hidung bisa pecah akibat lonjakan tekanan.
8. Telinga Berdenging (Tinnitus)
Beberapa penderita hipertensi mengalami telinga berdenging, terutama saat tekanan darah naik secara tiba-tiba.
9. Sulit Tidur (Insomnia)
Tekanan darah yang tinggi membuat tubuh dalam kondisi waspada, sehingga mengganggu pola tidur dan menyebabkan insomnia.
10. Kesemutan atau Mati Rasa
Hipertensi yang sudah memengaruhi saraf perifer bisa menyebabkan kesemutan, khususnya di tangan dan kaki.
Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi antara lain:
• Gaya Hidup Tidak Sehat: Konsumsi garam berlebihan, makanan cepat saji, dan kurang olahraga.
• Obesitas: Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada pembuluh darah.
• Stres Berlebih: Stres yang tak terkendali bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah.
• Merokok dan Konsumsi Alkohol: Zat-zat berbahaya dalam rokok dan alkohol mempercepat kerusakan pembuluh darah.
• Usia dan Genetik: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia dan riwayat keluarga.
• Penyakit Penyerta: Seperti diabetes, gangguan ginjal, atau gangguan hormon.
Cara Mendeteksi dan Mengelola Hipertensi
Pemeriksaan tekanan darah secara rutin adalah langkah awal yang sangat penting. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau bahkan di rumah menggunakan alat tensimeter digital. Jika seseorang dinyatakan mengalami hipertensi, maka langkah pengelolaan yang harus dilakukan antara lain: