Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan umat. Ketika satu bagian umat lemah atau tersakiti, bagian lain harus hadir untuk menopangnya. Inilah esensi dari peristiwa Ghadir Khum yang mengajarkan pentingnya loyalitas, keadilan, dan kebersamaan.
Perpecahan: Penyakit Lama Umat Islam
Perpecahan dalam tubuh umat Islam adalah realita yang tidak bisa dipungkiri. Sejak dulu, umat telah mengalami fitnah besar, mulai dari pertikaian sahabat, perang saudara, hingga konflik antarmazhab. Sering kali perbedaan ditanggapi dengan kebencian, bukan kasih sayang dan saling memahami. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan dalam haditsnya:
لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Artinya: “Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk membenci atau menyesatkan sesama muslim. Justru, perbedaan adalah ujian yang harus dijawab dengan hikmah dan keikhlasan menjaga ukhuwah.
Pelajaran dari Ghadir Khum bagi Persatuan Umat
1. Menghormati Pemimpin yang Adil:
Peristiwa Ghadir Khum menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah amanah besar. Umat Islam harus mendukung dan menghormati pemimpin yang adil, bukan memecah belah umat karena kepentingan pribadi.
2. Menghindari Fanatisme Buta:
Ghadir Khum bukan untuk mengagungkan satu tokoh sambil menjatuhkan yang lain. Islam mengajarkan keadilan dalam menilai sejarah. Fanatisme hanya akan menambah luka dan memperpanjang konflik.
3. Menjaga Lisan dan Hati:
Banyak perpecahan dimulai dari kata-kata kasar, tuduhan, dan fitnah. Islam sangat menekankan adab dalam berselisih. Berbeda pandangan bukan berarti memutus silaturrahim.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa peristiwa Ghadir Khum sejatinya membawa pesan luhur tentang persatuan, amanah, dan ukhuwah Islamiyah. Umat Islam harus belajar dari peristiwa ini, bukan untuk memperuncing perbedaan, tetapi untuk memperkuat ikatan sebagai satu tubuh. Perbedaan adalah rahmat jika dikelola dengan ilmu, adab, dan kasih sayang. Umat Islam akan menjadi kuat jika bersatu, saling mencintai, dan berpegang teguh pada tali Allah bersama-sama.
Kini, saat dunia Islam menghadapi tantangan global, perpecahan internal harus dihentikan. Mari kembali kepada semangat Ghadir Khum yang membawa pesan pengokohan ukhuwah dan keadilan. Jangan biarkan sejarah dijadikan alat untuk saling menyesatkan, tetapi jadikan sejarah sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan memperkuat barisan umat
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”(QS. Al-Hujurat: 10)
Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua. (djl)