Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Hari Raya Idul Adha adalah momen sakral yang tidak hanya menjadi perayaan ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi ladang subur bagi tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Ibadah kurban, yang menjadi ciri khas hari raya ini, bukan sekadar menyembelih hewan ternak, melainkan manifestasi ketaatan kepada Allah dan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim).
Dalam suasana kebersamaan saat penyembelihan dan pembagian daging kurban, kita menyaksikan gambaran nyata tentang solidaritas dan kasih sayang antarumat. Kurban bukan hanya bentuk ibadah individual, tapi juga momentum untuk memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Makna Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبَانًا yang berarti “mendekat”. Dalam konteks syariat, kurban berarti menyembelih hewan tertentu pada hari-hari tertentu (10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ Artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kawtsar: 2) Ayat ini menegaskan bahwa kurban merupakan bentuk ibadah yang sejajar pentingnya dengan shalat, sebagai wujud ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. BACA JUGA:Menumbuhkan Kepedulian Sosial Melalui Ibadah Kurban dan Nilai Kepedulian Sosial Salah satu hikmah terbesar dari ibadah kurban adalah menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama kaum fakir dan miskin. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya berbagi daging kurban kepada mereka. Rasulullah SAW bersabda: فَكُلُوا وَادَّخِرُوا وَتَصَدَّقُوا Artinya: "Makanlah, simpanlah, dan sedekahkanlah (daging kurban itu)." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menekankan bahwa daging kurban sebaiknya dibagikan untuk konsumsi pribadi, disimpan, dan disedekahkan kepada yang membutuhkan. Dalam tradisi Islam, membagikan daging kurban adalah bentuk empati dan kasih sayang sosial yang nyata, sehingga mampu mengurangi kesenjangan sosial dalam masyarakat. Kurban sebagai Sarana Mempererat Persaudaraan Kegiatan kurban mengandung nilai-nilai sosial yang sangat kuat. Dalam prosesnya, umat Islam dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di masjid, mushalla, atau lapangan untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Setelahnya, mereka bersama-sama memotong, membungkus, dan membagikan daging kepada yang berhak menerima. Situasi ini menciptakan suasana akrab, gotong-royong, dan kekeluargaan. Hubungan yang mungkin selama ini renggang karena kesibukan atau perbedaan pendapat, bisa kembali erat karena kerjasama dalam kurban. Allah SWT menekankan bahwa yang paling penting dari kurban bukanlah daging atau darahnya, melainkan ketakwaan yang menyertainya: لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa nilai spiritual dan sosial dari kurban sangat bergantung pada ketulusan dan ketakwaan pelakunya. Ketika seseorang menyembelih hewan kurban dengan niat ikhlas dan membagikannya dengan penuh cinta kepada sesama, maka kurban itu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah. BACA JUGA:Budaya Gotong Royong Penting dalam Masyarakat Islam Meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS Kisah kurban tidak dapat dilepaskan dari pengorbanan luar biasa Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS. Saat diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ibrahim tidak ragu sedikit pun. Nabi Ismail pun dengan penuh keikhlasan menerima perintah tersebut. Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur’an: يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Artinya: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. Ash-Shaffat: 102) Pengorbanan dan ketaatan keduanya menjadi simbol keteguhan iman dan keikhlasan tertinggi dalam menjalankan perintah Allah. Teladan ini mengajarkan kita untuk selalu siap berkorban demi kebaikan dan menjadikan kurban sebagai wujud nyata cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama manusia. Momentum Menghapus Rasa Ego dan Individualisme Di era modern yang penuh persaingan dan individualisme, kurban menjadi terapi sosial untuk menumbuhkan rasa peduli dan menekan ego pribadi. Ketika seseorang mampu menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban dan memberikannya kepada orang lain, ia telah meruntuhkan tembok keakuan dan membangun jembatan kasih sayang. Kurban mengajarkan bahwa dalam rezeki yang kita miliki, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Ia juga menjadi momen untuk merajut kembali persaudaraan yang sempat renggang dan memperkuat hubungan harmonis antar warga. Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Ibadah kurban bukanlah sekadar ritual menyembelih hewan, tetapi juga simbol ketaatan, keikhlasan, dan sarana mempererat persaudaraan umat Islam. Dalam setiap tetes darah kurban yang mengalir, ada nilai cinta, pengorbanan, dan solidaritas yang menguatkan kehidupan bermasyarakat. Melalui kurban, kita diajarkan untuk saling berbagi, menyayangi, dan menghapus sekat-sekat perbedaan sosial. Momentum Idul Adha dan ibadah kurban adalah peluang besar untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah. Marilah kita jadikan kurban bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai gerakan sosial spiritual yang menyentuh hati dan menyatukan jiwa. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan menjadikannya sebagai sarana meraih rida-Nya serta mempererat persaudaraan di tengah umat. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَقِينَ، وَوَحِّدْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَحَابِّينَ فِيكَ. آمِين. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. (djl)Kurban: Momentum Mempererat Persaudaraan
Sabtu 07-06-2025,16:07 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan
Tags : #ukhuwahislamiyahmelaluikurban
#radarseluma.disway.id
#manfaatkurbanbagimasyarakatmuslim
#maknakurbandalamislam
#kurbansebagaibentukkepeduliansosial
#kurbandanketeladanannabiibrahim
#kajian islam
Kategori :
Terkait
Selasa 21-07-2026,17:54 WIB
Sosialisasi Kependudukan dan Catatan Sipil, Kelurahan Dusun Baru Dorong Warga Tertib Administrasi Kependudukan
Selasa 21-07-2026,13:49 WIB
Sosialisasi Kenakalan Remaja, Kel. Bunga Mas Ajak Semua Pihak Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Generasi Muda
Kamis 16-07-2026,13:00 WIB
Kelurahan Selebar Gelar Sosialisasi Kesehatan dan Peningkatan Kader Posyandu
Selasa 14-07-2026,17:02 WIB
Edukasi Pencegahan DBD, Kelurahan Sembayat Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan
Terpopuler
Selasa 21-07-2026,21:32 WIB
Sekjen ATR/BPN Instruksikan RKA-KL 2027 Fokus pada Transformasi Layanan Pertanahan dan Penataan Ruang
Selasa 21-07-2026,10:26 WIB
Manfaat Memiliki Surat Tanah Resmi, Jamin Kepastian Hukum dan Tingkatkan Nilai Aset
Selasa 21-07-2026,21:35 WIB
APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Purbaya: Fundamental Fiskal Indonesia Diakui Lembaga Pemeringkat Dunia
Selasa 21-07-2026,10:32 WIB
Upah Minimum Relawan SPPG Jadi Perhatian, Diharapkan Sejalan dengan Beban Kerja
Selasa 21-07-2026,21:30 WIB
Menteri Nusron Percepat Sertipikasi Tanah MBR, 1,1 Juta Rumah Jadi Prioritas
Terkini
Rabu 22-07-2026,07:52 WIB
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Dunia Khawatir Krisis Energi Semakin Parah
Rabu 22-07-2026,07:50 WIB
BGN Pastikan Motor Listrik Pengadaan 2025 Tetap Dimanfaatkan
Rabu 22-07-2026,07:48 WIB
Fokus Cegah Korupsi di Sektor Pengadaan Barang dan Jasa, KPK Perkuat Integritas ASN ATR/BPN
Rabu 22-07-2026,07:46 WIB
Balik Nama Sertifikat Tanah Ditarget Selesai 10 Hari
Selasa 21-07-2026,21:35 WIB