Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengamanan maksimal dalam proses penyembelihan hewan kurban. Kejadian serupa bukan pertama kali terjadi, terutama ketika hewan merasa stres, panik, atau tidak terbiasa dengan keramaian.
Para ahli menyarankan agar panitia kurban lebih memperhatikan aspek keamanan, termasuk mensterilkan lokasi dari kerumunan warga, khususnya anak-anak. Selain itu, hewan kurban sebaiknya ditenangkan terlebih dahulu sebelum penyembelihan dilakukan.
“Hewan kurban bisa menjadi sangat agresif jika merasa terancam atau stres. Lokasi penyembelihan harus dijaga ketat, dan warga sebaiknya tidak terlalu dekat, terutama anak-anak,” ujar drh. Yuniarti, dokter hewan dari Bandung.
Proses penyembelihan hewan kurban adalah ibadah, namun juga memiliki risiko tinggi jika tidak ditangani secara profesional. Insiden sapi mengamuk di Bandung menjadi pelajaran penting agar keamanan tetap menjadi prioritas utama, demi keselamatan seluruh masyarakat.
Apabila Anda menyelenggarakan kurban di lingkungan padat penduduk, pastikan seluruh prosedur keamanan telah dipenuhi dan hindari kerumunan tidak terkendali.