Program ini juga menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam pelaksanaan pembangunan berbasis data ilmiah. Universitas Bengkulu sebagai mitra konsultan memiliki peran penting dalam memastikan desain dan pelaksanaan proyek cetak sawah dilakukan dengan akurat, efisien dan sesuai dengan karakteristik lahan.
Saat ini, Dinas Pertanian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan kelompok tani, guna mempersiapkan semua aspek pendukung. Mulai dari legalitas lahan, kesiapan infrastruktur, hingga pelatihan teknis bagi petani yang nantinya akan mengelola sawah yang dicetak.
BACA JUGA:Ternyata Ini, Penyebab Sulitnya Mengurus Sertifikat Balik Nama!
Dengan dimulainya konstruksi pada pertengahan tahun ini, diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, lahan-lahan tersebut sudah bisa ditanami dan mulai berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Seluma dan sekitarnya.(ctr)