Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Malam itu aku merasa seperti tersesat dalam gelap. Matahari sudah tenggelam, tetapi dunia sekelilingku terasa jauh lebih gelap daripada yang pernah kutahu. Gaun hitam yang kupakai bukan hanya mengubah penampilanku, tetapi juga seolah mengubah cara pandangku terhadap hidup. Dalam kaca cermin yang memantulkan gambarku, aku tidak lagi melihat Rina yang penuh harapan dan impian, tetapi seseorang yang asing seseorang yang terpaksa menanggalkan semuanya demi bertahan hidup. Mira datang menjemput ku, wajahnya penuh keyakinan. Dia tersenyum seakan mengetahui apa yang sedang kurasakan. "Jangan khawatir, Dek. Semua ini hanya langkah pertama. Kamu akan terbiasa," katanya, suaranya menenangkan, meski aku tahu dalam hatiku sendiri bahwa aku sedang menuju sesuatu yang tak bisa kembali. Kami naik taksi menuju sebuah hotel mewah di pinggiran kota. Sepanjang perjalanan, pikiranku kosong, hanya dipenuhi suara detak jantung yang semakin keras. Aku tak bisa berhenti membayangkan adik-adikku yang sedang tidur, dan ibuku yang menunggu dengan penuh harap di rumah. Tapi dalam hatiku, ada keraguan yang menggerogoti. Semua yang ku korbankan untuk keluarga, apakah akan sia-sia? BACA JUGA:Kisah Nyata: Dari Pelayan Warung ke Perempuan Bayaran (Bagian 1) Setibanya di hotel, Mira mengantarku ke sebuah ruang VIP yang dihiasi dengan lampu temaram. Seorang pria sudah menunggu di dalam. Wajahnya tidak asing—Rio, pria yang kami temui di kafe beberapa hari sebelumnya. Ia tersenyum ramah, tapi aku merasakan ketegangan di udara. Jantungku berdebar tak karuan. Mira membimbingku masuk dan memperkenalkan aku kepada Rio dengan suara yang begitu meyakinkan. "Ini Rina. Dia baru pertama kali, tapi kamu jangan khawatir. Dia bisa menyesuaikan diri kok," kata Mira sambil melirikku dengan penuh arti. Aku hanya bisa tersenyum canggung. Pria itu, Rio, berdiri dan menyapaku dengan hangat, menawarkan tangan untuk berjabat. "Senang bertemu denganmu, Rina. Mira bilang kamu orang yang baik," katanya dengan nada tenang, hampir seperti seorang teman lama. Aku menggenggam tangannya dengan ragu, merasa jantungku hampir terlepas dari dadaku. Setelah beberapa percakapan ringan, Rio mengajak kami duduk. Mira mempersilakan aku duduk di sampingnya, sementara Rio memilih kursi yang agak jauh, memberi kami ruang untuk berbicara. Mira menyarankan agar aku menikmati minuman yang disediakan. “Tenang saja, Dek. Kamu cuma perlu bersantai,” katanya, meski suaranya terdengar penuh motivasi yang sulit kuterima. BACA JUGA:Terdakwa Pembunuh Anggota Polres Seluma, Divonis 5 Tahun Penjara Aku duduk dengan canggung, mencoba menenangkan diriku. Percakapan mengalir, namun aku tak benar-benar mendengarkan kata-kata Rio. Pikiran dan perasaanku terombang-ambing. Semua yang terjadi terasa seperti mimpi buruk yang tak bisa aku hentikan. Aku bertanya-tanya, apakah aku telah melakukan kesalahan yang tak akan bisa diperbaiki? Setengah jam berlalu, Mira tersenyum dan mengangguk. "Sekarang, waktunya kamu berdua melanjutkan ke bagian berikutnya," katanya dengan penuh arti. Rio berdiri dan menatapku, memberi isyarat agar aku mengikuti langkahnya ke kamar yang telah disiapkan. Aku terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, Mira menatapku dengan pandangan yang penuh harapan. "Jangan khawatir, Dek. Ini adalah langkah pertama. Semua orang melaluinya." Aku mengangguk pelan, namun tubuhku terasa seperti beban yang semakin berat. Akhirnya, aku melangkah juga. Malam itu, aku tidak tahu apakah aku merasa kosong atau penuh dengan kebingungan. Ketika aku keluar dari kamar hotel itu, aku merasa seperti kehilangan bagian dari diriku sendiri. Namun, ada satu hal yang jelas dalam pikiranku: aku tidak bisa mundur. Semua yang kulakukan malam itu, aku lakukan demi keluarga demi ibuku yang membutuhkan obat, adik-adikku yang butuh sekolah, dan rumah yang semakin rapuh. Semua itu berharga lebih daripada harga diriku. Ketika kembali ke kos, Mira memelukku, meyakinkanku bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Kamu telah membuat keputusan yang tepat, Rina. Dunia ini keras, tapi kamu harus kuat," katanya. Namun, di dalam hati, aku tak tahu apakah aku benar-benar bisa menjadi kuat setelah malam itu. Semua terasa kabur, seolah aku telah masuk ke dalam jurang yang tak akan pernah bisa kutemukan jalan keluarnya. Bersambung ke Bagian 3: “Di Ambang Kehilangan” (djl)Kisah Nyata: Dari Pelayan Warung ke Perempuan Bayaran (Bagian 2)
Senin 21-04-2025,15:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan
Tags : #radarseluma.disway.id
#perempuantangguh
#menghadapikenyataan
#kisahnyata
#keputusansulit
#kehidupanmenyakitkan
#jalanyangterpaksa
#duniamalam
#daripelayanwarungkeperempuanbayaran
#ceritahidup
Kategori :
Terkait
Rabu 28-01-2026,13:37 WIB
Misteri Sungai di Dasar Laut: Isyarat Ilmiah yang Telah Termaktub dalam Al-Qur’an
Selasa 27-01-2026,13:43 WIB
Misteri Sungai di Dasar Laut: Isyarat Ilmiah yang Telah Termaktub dalam Al-Qur’an
Senin 26-01-2026,16:03 WIB
Gunung-Gunung Menjadi Debu: Dahsyatnya Kehancuran Alam sebagai Tanda Nyata Kiamat
Jumat 16-01-2026,11:00 WIB
Tiupan Sangkakala: Dentang Kehancuran Semesta dan Awal Kebangkitan Seluruh Makhluk
Kamis 15-01-2026,11:00 WIB
Akhir Zaman dalam Pandangan Ulama Salaf: Peringatan Iman tentang Dunia yang Menuju Kehancuran
Terpopuler
Rabu 28-01-2026,20:02 WIB
Penerimaan Tenaga Kerja di Diskominfo Seluma Dibatalkan, Ini Kata Wabup Seluma
Rabu 28-01-2026,20:58 WIB
Ada Video, Oknum Nakes Puskesmas Ilir Talo Seluma tersebar Luas, Sudah Dilapor ke Polisi
Rabu 28-01-2026,18:00 WIB
Bendungan Seluma Viral, BWSS VII Bengkulu Pasang Peringatan di Saluran Irigasi, Ada Larangan Berenang
Rabu 28-01-2026,21:00 WIB
Chainsaw Ketua RT Dicuri, Ditemukan Warga Terkubur di Sebelah Kosan
Rabu 28-01-2026,17:00 WIB
Hanya 19 Lokasi yang Siap, 46 Titik Kampung Nelayan Merah Putih Masih Jadi 'PR' Besar KKP
Terkini
Kamis 29-01-2026,14:28 WIB
IHSG Ambruk Usai MSCI, Pengamat Waspadai Risiko Ini
Kamis 29-01-2026,14:01 WIB
554 Ribu Ha Sawah Sudah Hilang, Menteri ATR/BPN sebut Darurat Tata Ruang
Kamis 29-01-2026,13:00 WIB
Vinfast Signs Agreement to Develop Transportation Infrastructure in Indonesia
Kamis 29-01-2026,12:00 WIB
VCI Global Transformation Into AI-Native Operating Platform with Modular
Kamis 29-01-2026,11:37 WIB