"وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ"
Artinya: "Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al-Ma'idah: 23)
Tawakal tidaklah sama dengan pasrah tanpa usaha. Rasulullah SAW bersabda ketika seorang sahabat bertanya: “Apakah aku harus mengikat untaku dan bertawakal, ataukah aku lepaskan saja dan bertawakal?” Maka Rasulullah menjawab:
"اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ"
Artinya: "Ikatlah (untamu) dan bertawakallah." (HR. At-Tirmidzi no. 2517)
Hadis ini menegaskan bahwa tawakal harus diawali dengan usaha yang sungguh-sungguh, barulah setelah itu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sikap ini melahirkan ketenangan, karena seseorang sadar bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.
BACA JUGA:Menjaga Pandangan dan Hati dari Maksiat: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat
Zuhud dan Tawakal: Keseimbangan Hati dan Jiwa
Zuhud dan tawakal ibarat dua sisi dari satu koin yang sama. Zuhud membentuk sikap hati yang tidak rakus terhadap dunia, sedangkan tawakal membentuk keyakinan terhadap kekuasaan Allah dalam mengatur kehidupan.
Ketika seseorang menjalani hidup dengan zuhud, ia tidak merasa resah saat kehilangan atau gagal memperoleh sesuatu, karena hatinya tidak bergantung pada dunia. Dan ketika ia bertawakal, ia tidak cemas terhadap hasil dari usaha yang telah dilakukan, karena ia percaya bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik.
Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:
“Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat, dan tawakal adalah bersandar kepada Allah dalam meraih manfaat dan menolak mudarat baik untuk dunia maupun akhirat.”
Dengan demikian, seseorang yang zuhud dan tawakal akan selalu tenang dalam menghadapi kehidupan. Ia tidak silau oleh kemewahan dunia dan tidak gelisah saat diuji kesempitan. Ia yakin bahwa semua yang terjadi sudah dalam skenario terbaik dari Sang Maha Kuasa.
BACA JUGA:Keutamaan Menjaga Silaturahmi untuk Panjang Umur
Kisah Teladan: Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Rasulullah SAW adalah teladan tertinggi dalam sikap zuhud dan tawakal. Beliau hidup sangat sederhana, padahal memiliki kekuasaan dan harta yang bisa beliau miliki jika beliau mau. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Al-Bukhari diceritakan: