أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ
قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: الرِّيَاءُ
Artinya: "Hal yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riyaa (beramal karena ingin dilihat orang)." (HR. Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah berfirman di hari kiamat yang mana terdapat dalam Al-Qur'an Surat Muslim yang mana berbunyi:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Artinya: "Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutu yang dia sembah itu." (HR. Muslim)
BACA JUGA:Menghadapi Tantangan Hidup dengan Tawakal
Cara Menjaga Kesucian Niat dalam Beribadah
-
Muroqabatullah (Merasa Diawasi Allah)
Seorang Muslim hendaknya selalu merasa bahwa Allah mengawasinya. Kesadaran ini akan meluruskan niatnya dan menjaganya dari keinginan dipuji manusia. -
Bertaubat dan Introspeksi Diri
Jika merasa bahwa niatnya mulai condong kepada dunia, maka hendaknya ia segera bertaubat dan memperbaiki niat. -
Menyembunyikan Amal
Menyembunyikan amal ibadah adalah salah satu cara terbaik menjaga niat. Ibadah yang tersembunyi lebih terhindar dari riyaa’. -
Banyak Berdoa Agar Diberi Keikhlasan
Keikhlasan adalah anugerah dari Allah. Oleh karena itu, mintalah keikhlasan kepada-Nya. Nabi Muhammad Rasulullah SAW sendiri sering berdoa yang mana berbunyi:اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيهِ شَيْئًا
Artinya: "Ya Allah, jadikan seluruh amal perbuatanku baik dan lurus, dan jadikanlah ia ikhlas karena-Mu, serta jangan jadikan padanya sedikitpun untuk selain-Mu."
Keutamaan Ikhlas dalam Amal
Amal yang ikhlas karena Allah akan diterima dan diberi pahala besar, bahkan jika bentuk amalnya tampak kecil. Dalam sebuah kisah, disebutkan ada seorang wanita pezina yang memberi minum seekor anjing yang kehausan, lalu Allah mengampuni dosanya karena keikhlasan dalam perbuatannya (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa Allah melihat isi hati, bukan semata-mata bentuk amalnya.
BACA JUGA:Meningkatkan Kepedulian Sosial dalam Kehidupan: Sebuah Tanggung Jawab Bersama