Indonesia Kekurangan Daging, Beternak Jadi Menjanjikan

Minggu 26-11-2023,07:25 WIB
Reporter : editor5131radarseluma2
Editor : editor5131radarseluma2

 

BACA JUGA:SatLantas Polres Seluma, Incar Truk Sawit Bermuatan Lebih

Hewan ternak yang dilepasliarkan tanpa pengawasan dapat merusak tanaman pertanian. Mereka mungkin memakan tanaman yang ditanam oleh petani, yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan pangan. "Banyak memberikan keuntungan beternak intensif,"gumam Sukarni.

Selain itu, dalam sistem penggembalaan bebas, hewan ternak dapat terinfeksi penyakit dan berpotensi besar menyebarkannya ke hewan lain atau bahkan ke manusia. Ternak liar juga dapat menyebabkan konflik dengan manusia. Mereka mungkin merusak properti, menciptakan risiko lalu lintas, atau menyebabkan konflik dengan penduduk.

Hewan ternak yang dilepasliarkan mungkin mengalami kesulitan mendapatkan sumber pangan dan air yang memadai. Hal ini dapat mempengaruhi kesejahteraan mereka, dengan potensi munculnya masalah kesehatan dan kelaparan. Oleh sebab itu "PATEN TERPADU" menawarkan manajemen ternak yang baik dan perencanaan yang matang. 

"Untuk merubah pola beternak yang intensif memberikan banyak keuntungan dan terutama dalam mengelola, mengoptimalkan produktivitas hewan, memberikan kontrol yang lebih baik terhadap lingkungan hidup hewan. Peternak dapat mengontrol suhu, kelembaban, ventilasi, dan kondisi lainnya untuk menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan dan kesehatan hewan. Dengan kandang, pemeliharaan hewan seperti pemberian pakan, pengendalian penyakit, dan pengelolaan kotoran dapat dilakukan lebih efisien. Bahkan sisa metabolisme ternak bisa dijadikan pupuk organik,"pungkas Sukarni.(yes)

 

BACA JUGA:Ducati dan Lamborghini Aventador SVJ, Tantangan Perusahaan Otomotif Masa Depan dan Visi Keberlanjutan

BACA JUGA:Prestise Lamborghini Veneno Melampaui Batas di Desain Memukau Mesin V2 dan Teknologi Hibrida

Kategori :