Ada pesan tertulis, "Kalau saya tidak ada lagi, jaga mama dan adikmu", kira kira seperti itu isi Wanya. Sehingga ada kemungkinan besar, PN akhiri hidupnya dengan sengaja. Namun penyebab dia nekat belum diketahui secara pasti. Aksi nekat PN ini tentu menghebohkan warga sekitar. Terlebih lagi membuat luka mendalam di keluarga.
Keluarga yang ditinggal secara mendadak histeri dan tidak bisa menahan tangisan. Namun pihak kepolisian telah turun melakukan pengecekan. Peristiwa ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian dan pihak Kelurga.
Kejadian bunuh diperkirakan sekitar subuh dini hari. Saat ditemukan, korban sempat dilarikan keluarga ke Puskesmas Masmambang, namun korban sudah bernyawa lagi. Sehingga korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka. Pihak keluarga masih dalam keadan duka. Radar Seluma kemarin (10/1) berupaya untuk konfirmasi pihak keluarga namun pihak kelurga korban belum bisa dikonfirmasi. Kondisi masih suasana berduka dipenuhi dengan tangis. Rumah duka pun penuh dengan warga yang ingin melihat korban terakhir kalinya. "Diketahui bunuh diri dengan menggunakan tali seling warna orange di atas rumahnya. Korban salah satunya pengawai Negeri sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Talo, namun berita duka ini belum diketahui penyebabnya," ujar Camat Talo Drs. Supran.
Pihak Kepolisian Polsek Talo langsung ke lokasi untuk kejadian untuk meminta keterangan atas kejadian. Camat Talo Drs Supran membenarkan bahwa salah pengawai meninggal dunia dengan gantung diri namun sampai belum mengetahui penyebabnya. "Iya, dia ASN di kecamatan talo. Belum diketahui apa penyebabnya. Masih dilidik pihak kepolisian," jelasnya.
(Tri Suparman)