BENGKULU SELATAN - Irigasi Air Nipis yang rusak membuat petani sulit mendapatkan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam bercocok tanam. Imbasnya, petani gagal tanam. Mendekati musim tanam, Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Selatan (BS), H Rifai Tajudin,S.Sos dalam waktu dekat mengupayakan aliran air bisa masuk kedalam persawahan masyarakat khususnya di daerah Air Nipis. Pasca curah hujan tinggi beberapa waktu lalu hingga menyebabkan bendungan Air Nipis jebol. Karena, jika tidak ada tindak lanjut dari Pemkab BS dikhawatirkan masyarakat tidak bisa bertanam dengan maksimal. \"Akan melakukan peninjauan persawahan masyarakat di daerah Air Nipis. Untuk melihat sumber air ada yang masuk atau tidak kedalam persawahan warga. Sebab, dikhawatirkan rusaknya bendungan Air Nipis menyebab petani tidak bisa bercocok tanam. Jika memang membutuhkan air maka akan kita usahakan air masuk kedalam persawahan warga meskipun alat yang dipergunakan tidak permanen,\"ucapnya. Ia menyebut, tidak hanya menijau irigasi Air Nipis, bahkan pihaknya juga akan melakukan pengecakan terhadap tanggul yang ada di Air Nelengau Kecamatan Manna. Sebagai mana untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat Kabupaten BS beberapa waktu lalu. Dengan melakukan pemantauan lokasi yakni menggandeng beberapa unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi. \"Akan melakukan pengecekan Air Nelengau dengan Dinas tekhnis,\"pungkas Rifa\'i sapaan akrab.(yes)
Irigasi Rusak, Petani Sulit Air
Rabu 23-06-2021,00:59 WIB
Reporter : Radar seluma
Editor : Radar seluma
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-04-2026,09:22 WIB
Resmi Tutup, Pabrik CPO PT Agrindo Indah Persada Sedang Selesaikan Proses PHK Ratusan Pekerja
Senin 06-04-2026,08:02 WIB
Warga Niur Meninggal di Mobil Saat Antre BBM di SPBU Sukaraja, Serangan Jantung
Senin 06-04-2026,07:59 WIB
Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
Senin 06-04-2026,10:14 WIB
Program Budikdamber untuk Pemenuhan Gizi Masyarakat di BS, Dapat Dukungan Bupati
Senin 06-04-2026,18:51 WIB
Banjir Bengkulu Bukan Bencana Alam, Walhi Sebut Kejahatan Ekologis
Terkini
Selasa 07-04-2026,05:00 WIB
CAPHRA: Sovereignty and Human Rights Must Be the Foundation of Public Health Policy
Selasa 07-04-2026,03:00 WIB
A New Songkran Landmark in Silom for 2026
Selasa 07-04-2026,01:00 WIB
Wycombe Abbey Expands to Thailand, Supporting Bangkok’s Emergence as an Asian Education Hub
Selasa 07-04-2026,00:00 WIB
Launch of the Asian Hackathon for Green Future 2026 with a Total Prize Pool of USD 24,000
Senin 06-04-2026,20:00 WIB