BGN Luncurkan Transformasi MBG 2.0, Perkuat Keamanan Pangan dan Pengawasan Dapur

BGN Luncurkan Transformasi MBG 2.0, Perkuat Keamanan Pangan dan Pengawasan Dapur

BGN Luncurkan Transformasi MBG 2.0, Perkuat Keamanan Pangan dan Pengawasan Dapur--

 

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transformasi yang disebut MBG 2.0. Pembenahan ini mencakup penguatan tata kelola, standar keamanan pangan, ketepatan data penerima manfaat, hingga peningkatan kualitas pelayanan.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi juga dari keamanan makanan dan kualitas pelaksanaannya.

“Pertanyaannya bukan lagi berapa banyak, tapi seaman apa? BGN mengambil keputusan besar, tidak sekadar memperbaiki, tapi merombak cara kerja,” tegas Tysa, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data BGN, program MBG telah menjangkau 57.491.334 penerima manfaat, melibatkan 1.027.998 tenaga kerja, serta didukung 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

Dengan skala tersebut, BGN menilai pembenahan sistem menjadi kebutuhan penting untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.

Tysa menjelaskan, transformasi MBG 2.0 merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti berbagai masukan masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat pengawasan, dan meningkatkan standar pelayanan di lapangan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat standar keamanan pangan melalui kewajiban setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, BGN memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperjelas hubungan kerja, pembagian tanggung jawab, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.

Pembenahan juga menyasar data penerima manfaat. BGN melakukan sinkronisasi data yang tercatat dalam sistem kementerian dan lembaga terkait dengan kondisi riil di lapangan.

Penataan tersebut diikuti dengan penyesuaian penerima manfaat melalui Surat Penetapan Sementara (SPS) 1 dan 2 agar penggunaan sumber daya lebih efektif dan penyaluran makanan semakin tepat sasaran.

“Dengan skala program yang semakin besar, ketepatan data menjadi bagian penting dari tata kelola. Kita ingin memastikan makanan yang disiapkan sesuai dengan penerima manfaat yang benar-benar ada di lapangan,” jelas Tysa.

Uji Coba Sistem Prasmanan dan Penguatan Keamanan Pangan

Dalam transformasi MBG 2.0, BGN juga menguji coba konsep penyajian makanan secara prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi.

Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman makan peserta didik sekaligus membangun kebiasaan positif, seperti kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Sumber: