Ketika Makan Bergizi Justru Mengancam Keselamatan Anak

Ketika Makan Bergizi Justru Mengancam Keselamatan Anak

Prima Trisna Aji--

 

Opini, Radarseluma.disway.id - Sepiring makanan bergizi seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap masa depan anak. Di dalamnya tersimpan harapan akan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Namun, harapan tersebut berubah menjadi kegelisahan ketika makanan yang dibagikan melalui program pemerintah justru dikaitkan dengan sejumlah kejadian keracunan. Pertanyaan mendasarnya bukan lagi sekadar apakah anak memperoleh makanan bergizi, melainkan apakah makanan tersebut benar-benar aman dikonsumsi.

 

BACA JUGA: OPPO Find X10 Pro Max to Debut Globally with MediaTek’s 2nm Flagship Dimensity 9600 Pro

BACA JUGA:Pimpin Rapim TEPRA, Sekda Seluma Tekankan Percepatan Program OPD

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya penting untuk memperbaiki pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Investasi gizi sejak dini memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Akan tetapi, tujuan mulia tidak dengan sendirinya menjamin pelaksanaan yang aman. Program sebesar apa pun membutuhkan sistem pengawasan yang mampu melindungi penerima manfaat dari risiko yang sebenarnya dapat dicegah.

 

Laporan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada September 2026 menunjukkan bahwa persoalan keracunan MBG menjadi salah satu isu dominan dalam pemantauan pemberitaan kesehatan. Isu tersebut muncul di sejumlah daerah, antara lain Bengkulu, Karo, Pati, Rembang, dan Blora. Temuan ini memperlihatkan bahwa keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG telah menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius, bukan sekadar respons sesaat ketika kasus mencuat.

Gizi Tidak Boleh Mengabaikan Keselamatan

 

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, makanan bergizi dan makanan aman merupakan dua syarat yang tidak dapat dipisahkan. Kandungan protein, vitamin, dan mineral kehilangan manfaatnya apabila makanan terkontaminasi mikroorganisme berbahaya atau bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan lima prinsip dasar keamanan pangan, yakni menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak makanan secara menyeluruh, mempertahankan suhu penyimpanan yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang layak.

Prinsip tersebut terlihat sederhana. Namun, penerapannya dalam penyediaan makanan berskala besar menuntut kedisiplinan, kompetensi petugas, ketersediaan sarana, dan pengawasan yang konsisten.

Risiko dapat muncul pada setiap mata rantai, mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan, hingga penyajian. Makanan yang telah dimasak dengan benar pun dapat menjadi tidak aman apabila terlalu lama berada pada suhu yang memungkinkan pertumbuhan bakteri.

Sumber: