3 Laki-Laki yang Doanya Menembus Tujuh Lapis Langit: Siapa Saja Mereka?

3 Laki-Laki yang Doanya Menembus Tujuh Lapis Langit: Siapa Saja Mereka?

Kajian Islam - 3 Laki-Laki yang Doanya Menembus Tujuh Lapis Langit: Siapa Saja Mereka?--

Kajian Islam - Doa merupakan senjata paling ampuh bagi seorang mukmin. Ketika segala ikhtiar telah dilakukan, maka doa menjadi penghubung langsung antara hamba dengan Allah SWT. Tidak ada hijab yang mampu menghalangi doa seorang hamba yang benar-benar ikhlas, rendah hati, dan bertaqwa.
 
Allah SWT berfirman:
 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
 
Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'" (QS. Ghafir: 60)
 
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
 
Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.(QS. Al-Baqarah: 186)
 
Islam mengajarkan bahwa setiap doa yang memenuhi adab dan syarat akan didengar oleh Allah SWT. Namun terdapat beberapa golongan yang doanya memiliki keutamaan luar biasa sehingga sangat dekat dengan pengabulan Allah. Dalam berbagai hadits shahih disebutkan beberapa orang yang doanya tidak tertolak. Di antara mereka terdapat tiga golongan laki-laki yang patut menjadi teladan setiap Muslim.
 
 
1. Laki-Laki yang Berpuasa Hingga Berbuka
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
 
Artinya: "Tiga golongan yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi."(HR. At-Tirmidzi, hasan)
 
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih keikhlasan, kesabaran, serta ketakwaan. Ketika seorang laki-laki menjalankan puasanya dengan penuh keimanan, ia berada dalam keadaan sangat dekat dengan rahmat Allah SWT.
 
Menjelang waktu berbuka merupakan saat yang sangat mustajab untuk berdoa. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan detik-detik tersebut hanya untuk sibuk menyiapkan hidangan atau berbincang tanpa manfaat.
 
Doa saat berbuka mencerminkan penghambaan yang tulus setelah menahan hawa nafsu sepanjang hari. Allah sangat mencintai hamba yang bersabar demi menaati perintah-Nya.
 
2. Laki-Laki yang Menjadi Pemimpin yang Adil
 
Menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
الإِمَامُ الْعَادِلُ
 
Artinya: "Pemimpin yang adil..."
 
termasuk golongan yang doanya tidak ditolak.
 
Keadilan merupakan sifat yang sangat dicintai Allah. Seorang pemimpin yang memutuskan perkara tanpa pilih kasih, tidak menzalimi rakyatnya, serta mendahulukan kepentingan umat daripada kepentingan pribadi akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah.
 
Allah SWT berfirman:
 
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
 
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan."(QS. An-Nahl: 90)
 
Keadilan bukan hanya berlaku bagi kepala negara, tetapi juga bagi setiap laki-laki yang memimpin keluarga, organisasi, perusahaan, maupun masyarakat. Setiap amanah kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan.
 
 
3. Laki-Laki yang Dizalimi
 
Islam sangat membela orang yang menjadi korban kezaliman.
Rasulullah SAW bersabda:
 
وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
 
Artinya: "Doa orang yang dizalimi tidak memiliki penghalang antara dirinya dengan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Hadits ini menjadi peringatan keras agar setiap Muslim tidak mudah menzalimi orang lain, baik melalui ucapan, tindakan, fitnah, pengkhianatan, maupun mengambil hak orang lain.
 
Bahkan apabila orang yang dizalimi bukan orang yang sangat saleh sekalipun, Allah tetap memberikan perhatian terhadap doanya.
Rasulullah SAW bersabda:
 
اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
 
Artinya: "Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah." (HR. Bukhari)
 
Hal ini menunjukkan betapa besar kemurkaan Allah terhadap segala bentuk kezaliman.
 
Mengapa Doa Mereka Sangat Mustajab?
Ketiga golongan tersebut memiliki kesamaan, yaitu berada dalam keadaan yang sangat dicintai Allah.
 
Orang yang berpuasa sedang melaksanakan ibadah dengan penuh keikhlasan.
 
Pemimpin yang adil sedang menjaga hak-hak manusia.
 
Orang yang dizalimi berada dalam kondisi lemah sehingga Allah menjadi penolongnya.
 
Ketika hati seorang hamba dipenuhi keikhlasan, ketakwaan, dan kesabaran, maka doanya semakin dekat kepada pengabulan Allah SWT.
 
Namun demikian, ungkapan "menembus tujuh lapis langit" merupakan ungkapan yang populer di masyarakat untuk menggambarkan kemustajaban doa. Yang ditegaskan dalam hadits adalah bahwa doa mereka tidak tertolak atau tidak terhalang, bukan penggunaan lafaz "menembus tujuh lapis langit" secara literal dalam hadits.
 
Cara Agar Doa Lebih Mudah Dikabulkan
 
Selain termasuk golongan di atas, setiap Muslim dianjurkan memperhatikan adab berdoa, antara lain:
 
• Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
 
• Berdoa dengan penuh keyakinan.
 
• Mengonsumsi makanan dan rezeki yang halal.
 
• Tidak tergesa-gesa meminta jawaban.
 
• Memperbanyak istighfar dan taubat.
 
• Mengangkat kedua tangan ketika berdoa.
 
Memilih waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam, antara azan dan iqamah, saat sujud, hari Jumat, dan ketika berbuka puasa.
 
Doa adalah bukti ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya. Di antara sekian banyak doa yang dipanjatkan manusia, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bahwa terdapat tiga golongan yang doanya sangat dekat dengan pengabulan Allah, yaitu laki-laki yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang berlaku adil, dan laki-laki yang dizalimi.
 
Keutamaan tersebut bukan semata-mata karena status mereka, melainkan karena keikhlasan, keadilan, kesabaran, serta ketakwaan yang mereka miliki. Setiap Muslim dapat berusaha menjadi bagian dari golongan tersebut dengan memperbaiki ibadah, menjauhi kezaliman, dan menegakkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang senantiasa menjaga keikhlasan dalam beribadah, berlaku adil kepada sesama, serta terhindar dari perbuatan zalim. Mudah-mudahan setiap doa yang kita panjatkan diterima, diijabah, dan menjadi sebab turunnya rahmat serta keberkahan dalam kehidupan dunia hingga akhirat.
Wallahu a'lam bish-shawab. (djl)
 
Reporter: Juli Irawan

Sumber:

Berita Terkait