Lebih Setengah BUMDes di Seluma Tak Jalan, PMD Mulai Petakan Penyebab
Kepala PMD Seluma--
SELUMA, Radarseluma.disway.id - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Desa. Selain itu, BUMDes juga memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah dari tingkat pedesaan.
BACA JUGA:Terlibat Curat, Sopir Travel yang Buron Sejak 2023 Dibekuk, 7 Handphone Dikubur di Kebun Sawit
BACA JUGA:Nasib Ribuan Motor Listrik MBG Menggantung Setelah Gudang Disegel Kejagung
Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Berdasarkan pemantauan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Seluma, sekitar separuh BUMDes yang ada saat ini mengalami stagnasi dan belum mampu berkembang sesuai tujuan pembentukannya.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Seluma, Nopetri Elmanto, SSos MSi mengungkapkan, dari total 180 BUMDes yang tersebar di Kabupaten Seluma, sekitar 90 di antaranya teridentifikasi mengalami stagnan. Kondisi tersebut ditandai dengan terhentinya aktivitas usaha atau usaha yang tidak lagi berkembang.
"Saat ini sedang kita data dan kita petakan. Mudah-mudahan dalam satu semester ini sudah diketahui secara menyeluruh. Rata-rata BUMDes yang stagnan karena usaha yang direncanakan pada tahun sebelumnya gagal berjalan. Perencanaan usahanya kurang matang, kemudian rasa memiliki terhadap usaha tersebut juga masih rendah," ujar Nopetri.
Menurutnya, lemahnya perencanaan menjadi salah satu penyebab utama kegagalan usaha BUMDes. Banyak unit usaha yang dibentuk tanpa mempertimbangkan potensi desa maupun kebutuhan pasar. Di sisi lain, komitmen pengurus dalam mengelola dan mengembangkan usaha juga dinilai masih rendah sehingga usaha tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas PMD terus melakukan pembinaan terhadap pengurus BUMDes. Pendampingan dilakukan agar pengurus mampu menyusun perencanaan usaha yang lebih matang, meningkatkan tata kelola kelembagaan, serta membangun usaha yang berkelanjutan.
Sumber: