Ridha Ibu dan Ridha Suami: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Ridha Ibu dan Ridha Suami: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat

Kajian Islam. - Ridha Ibu dan Ridha Suami: Jalan Menuju Kemuliaan Dunia dan Akhirat--

Kajian Islam. -  Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi adab, penghormatan, dan tanggung jawab dalam kehidupan manusia. Dalam ajaran Islam, ridha Allah SWT sangat berkaitan erat dengan bagaimana seorang hamba memperlakukan orang-orang yang memiliki hak besar atas dirinya. Bagi seorang laki-laki, sosok ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Sedangkan bagi seorang istri, suami adalah pemimpin rumah tangga yang wajib dihormati dan ditaati selama tidak melanggar syariat Allah SWT.
 
Banyak manusia berlomba-lomba mencari amal ibadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji, namun sering kali lupa bahwa keridhaan Allah juga bergantung pada ridha orang tua, terutama ibu, serta ridha suami bagi seorang istri. Bahkan tidak sedikit orang yang rajin beribadah tetapi hidupnya penuh kesempitan karena lalai menjaga hati ibunya atau durhaka kepada suami.
 
Oleh sebab itu, memahami pentingnya ridha ibu bagi laki-laki dan ridha suami bagi seorang istri menjadi perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Sebab dari keduanya lahir keberkahan hidup, ketenangan rumah tangga, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
 
Ridha Seorang Laki-Laki Ada pada Ibunya
 
Dalam Islam, ibu memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Seorang ibu mengandung dengan penuh penderitaan, melahirkan dengan taruhan nyawa, menyusui, merawat, serta mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharap balasan.
 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
 
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ
 
Artinya:."Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah." (QS. Luqman: 14)
 
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya perjuangan seorang ibu sehingga Allah SWT secara khusus menyebut penderitaan ibu dalam Al-Qur’an.
 
Rasulullah SAW juga menjelaskan betapa tingginya kedudukan ibu melalui hadits yang sangat terkenal:
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ
 
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Hadits ini menjadi bukti bahwa ibu memiliki hak yang sangat besar atas anak laki-lakinya. Bahkan Rasulullah SAW menyebut ibu sebanyak tiga kali sebelum ayah.
 
Seorang laki-laki yang durhaka kepada ibunya akan sulit mendapatkan keberkahan hidup. Banyak kisah nyata menunjukkan bagaimana seseorang hidup dalam kesulitan karena menyakiti hati ibunya. Sebaliknya, mereka yang memuliakan ibunya akan dibukakan pintu rezeki, ketenangan, dan kemudahan oleh Allah SWT.
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
 
Artinya:."Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi)
 
Meskipun hadits ini mencakup kedua orang tua, ibu tetap memiliki kedudukan yang lebih besar dalam sisi pengorbanan dan kasih sayang.
 
 
Ridha Seorang Istri Ada pada Suaminya
 
Sebagaimana laki-laki memiliki kewajiban berbakti kepada ibu, maka seorang istri juga memiliki kewajiban untuk menghormati dan menaati suaminya dalam perkara yang baik.
 
Suami dalam Islam adalah pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab menjaga, membimbing, dan menafkahi keluarganya. Karena itu, seorang istri dianjurkan untuk menjaga ridha suaminya selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT.
 
Allah SWT berfirman:
 
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
 
Artinya: "Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita." (QS. An-Nisa: 34)
 
Ayat ini menjelaskan bahwa suami memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangga. Oleh sebab itu, keharmonisan keluarga sangat bergantung pada ketaatan dan penghormatan seorang istri kepada suaminya.
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
 
Artinya: "Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki." (HR. Ahmad)
 
Hadits ini menunjukkan betapa besar kedudukan seorang suami bagi istrinya. Bahkan ketaatan kepada suami menjadi salah satu jalan menuju surga.
 
Namun perlu dipahami bahwa ketaatan istri kepada suami bukan berarti tunduk dalam kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda:
 
لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
 
Artinya: "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta." (HR. Ahmad)
 
Karena itu, seorang istri tetap wajib menjaga batas-batas syariat. Jika suami memerintahkan kemaksiatan, maka tidak boleh ditaati.
 
 
Pentingnya Menjaga Hati Ibu dan Suami
 
Dalam kehidupan rumah tangga sering terjadi konflik antara seorang ibu dan menantu. Di sinilah seorang laki-laki harus mampu bersikap adil dan bijaksana. Jangan sampai karena terlalu mencintai istri, seorang anak melupakan ibunya. Sebaliknya, seorang istri juga harus memahami bahwa ibu suaminya adalah wanita yang telah membesarkan suaminya sejak kecil.
 
Keharmonisan keluarga akan terjaga apabila setiap pihak memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Anak laki-laki tetap wajib berbakti kepada ibunya meskipun sudah menikah. Sementara seorang istri tetap wajib menghormati suaminya dan menjaga nama baik rumah tangga.
 
Rumah tangga yang dibangun di atas ridha orang tua dan ridha suami akan dipenuhi keberkahan. Sebaliknya, rumah tangga yang penuh kedurhakaan akan mudah dihantui pertengkaran, kesempitan rezeki, dan hilangnya ketenangan.
 
Ridha ibu bagi seorang laki-laki dan ridha suami bagi seorang istri adalah bagian penting dalam ajaran Islam. Keduanya bukan sekadar tradisi atau budaya, melainkan perintah agama yang memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT.
 
Seorang laki-laki yang memuliakan ibunya akan mendapatkan keberkahan hidup dan kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat. Begitu pula seorang istri yang menjaga ketaatan kepada suaminya dalam kebaikan akan memperoleh pahala besar dan jalan menuju surga.
 
Islam mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Ibu wajib dihormati, suami wajib ditaati dalam kebaikan, dan semuanya harus dilandasi dengan iman, kasih sayang, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
 
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang mampu menjaga hati orang tua, terutama ibu, serta menjaga keharmonisan rumah tangga dengan penuh kasih sayang dan ketakwaan. Jangan sampai ibadah yang selama ini dilakukan menjadi sia-sia hanya karena menyakiti hati ibu atau mengabaikan kewajiban terhadap pasangan.
 
Marilah kita memperbaiki diri, memohon ampun kepada Allah SWT, serta berusaha menjadi anak yang berbakti dan pasangan yang saling menghormati. Sebab ridha Allah SWT sangat dekat dengan ridha orang-orang yang memiliki hak besar atas kehidupan kita. (djl)
 
Reporter: Juli Irawan

Sumber:

Berita Terkait