Program Oplah Non Rawa Mulai Panen, Seluma Targetkan Peningkatan Produksi Pangan
Optimalisasi lahan pertanian--
Koranradarseluma.net, SELUMA - Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan melalui program Optimasi Lahan (Oplah) non rawa mulai membuahkan hasil di Kabupaten Seluma. Sejumlah petani di berbagai desa yang menggarap lahan Oplah sejak tahun 2025 kini mulai menikmati masa panen, setelah mendapatkan dukungan pengolahan lahan, perbaikan irigasi, hingga bantuan sarana produksi dari Kementerian Pertanian.
BACA JUGA:Upacara Hari Pancasila, Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila
BACA JUGA: Seluma Emas Vs Seluma Cemas! Perang Narasi di Medsos, Soroti Kinerja Bupati Seluma
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial mengatakan, saat ini sejumlah lokasi Oplah non rawa di Kabupaten Seluma telah memasuki masa panen padi. Hasil tersebut menjadi indikator awal keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Salah satu kawasan yang telah melaksanakan panen berada di Desa Sarimulyo, Kecamatan Sukaraja. Di wilayah tersebut, program Oplah non rawa mencakup lahan seluas 186 hektare yang dikelola oleh Brigade Pangan Tunas Muda bersama Unit Pengelola Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Karya Muda.
Menariknya, pengelolaan lahan tersebut turut melibatkan petani milenial yang menjadi motor penggerak pengembangan sektor pangan di desa tersebut. Kehadiran generasi muda dalam program ini diharapkan mampu mendorong modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Program optimalisasi lahan ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Jika sebelumnya petani hanya bisa menanam dan panen satu kali dalam setahun, melalui program ini diharapkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali musim tanam dalam setahun," ujar Arian.
Dijelaskannya, program Oplah non rawa mulai dilaksanakan di Kabupaten Seluma pada akhir tahun 2025. Program tersebut tidak hanya fokus pada perluasan dan optimalisasi lahan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, pengolahan lahan, penyediaan benih unggul, hingga dukungan alat dan mesin pertanian.
Sumber:
