BKD Seluma

Prabowo Targetkan 25.000 Koperasi Merah Putih Berdiri dalam 2-3 Bulan

Prabowo Targetkan 25.000 Koperasi Merah Putih Berdiri dalam 2-3 Bulan

Prabowo Targetkan 25.000 Koperasi Merah Putih Berdiri dalam 2-3 Bulan, Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan--

 

 

NASIONAL - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Target ambisius tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet pada Rabu.

Sebelum mencapai target tersebut, pemerintah akan lebih dahulu meresmikan sekitar 1.000 Koperasi Merah Putih dalam beberapa pekan mendatang. Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi yang dibangun bukan sekadar konsep atau lembaga administratif semata, melainkan fasilitas ekonomi yang nyata dan produktif.

"Koperasi ini akan dilengkapi berbagai sarana pendukung seperti gudang penyimpanan, fasilitas pendingin (cold storage), serta kendaraan distribusi untuk menunjang operasional dan kelancaran logistik," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, pembangunan puluhan ribu koperasi dalam waktu yang relatif singkat merupakan langkah besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Program ini dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80.000 koperasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

BACA JUGA:Mengenal Asas Kontradiktur Delimitasi, Fondasi Kepastian Hukum Batas Tanah dan Pencegahan Sengketa

BACA JUGA:Kembangkan Program Magang, Kemnaker dan Huawei Indonesia Perkuat Kemitraan

Keberadaan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi desa, memperkuat sektor pertanian dan perikanan, serta mendukung percepatan terwujudnya ketahanan pangan dan energi nasional.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, Koperasi Merah Putih juga akan menerapkan sistem digitalisasi dalam tata kelola usahanya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing koperasi di era ekonomi modern.

Pemerintah juga menargetkan agar koperasi dapat memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sementara petani dan nelayan mendapatkan nilai jual yang lebih baik atas hasil produksi mereka.

Tidak hanya bergerak di sektor perdagangan dan distribusi, Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan berbagai layanan pendukung bagi masyarakat. Layanan tersebut meliputi usaha simpan pinjam, distribusi pupuk, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga fasilitas cold storage yang dapat dimanfaatkan nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

Sumber: