BKD Seluma

Pemuda Asal Lubuk Sandi Seluma Meninggal Usai Kecelakaan Saat Idul Adha

Pemuda Asal Lubuk Sandi Seluma Meninggal Usai Kecelakaan Saat Idul Adha

Korban kecelakaan--

 

SELUMA, Radarseluma.disway.id - Musibah kecelakaan lalu lintas mewarnai suasana libur Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Seluma. Seorang pemuda asal Kecamatan Lubuk Sandi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan sepeda motor di ruas jalan lintas Kabupaten Seluma. Tepatnya terjadi di tikungan dekat SDN 62 Seluma Desa Padang Pelasan, Kecamatan Air Periukan. Pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

 

BACA JUGA: Bupati Seluma Salurkan Hewan Kurban Presiden Bagi Warga Seluma

BACA JUGA:Pemkab Seluma akan Sidak PKS di Seluma, Harga Sawit Masih Anjlok

Korban meninggal dunia diketahui bernama Heru Supriyono (25) warga Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi. Korban menghembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya.

 

Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Heru Supriyono mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX BD 51 86 PQ yang melaju dari arah Kota Bengkulu menuju ke arah Kota Tais usai pulang bekerja. Saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan jalur tikungan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda CRF bernomor polisi BD 3310 PT yang dikendarai Ahmad Rozaki (22) warga Desa Talang Alai, Kecamatan Air Periukan. Diduga karena kondisi jalan yang menikung dan jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan kedua pengendara terpental dan mengalami luka cukup serius.

 

Akibat kejadian tersebut, Heru Supriyono mengalami patah kaki sebelah kanan, luka pada bagian jari tangan, serta luka di bagian bibir. Sementara Ahmad Rozaki mengalami luka robek di kaki kiri hingga harus mendapatkan 35 jahitan, serta mengalami dislokasi pada bahu kiri dan jari kelingking.

 

BACA JUGA: Ada Tim Khusus Kemnaker Untuk Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan kepada kedua korban. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Dermayu untuk mendapatkan penanganan medis awal. Karena kondisi Heru Supriyono cukup kritis, pihak medis kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Namun nahas, sekitar 10 jam setelah menjalani penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat cedera berat yang dialaminya.

 

Sumber: