Dinkes Seluma Ajukan Tambahan Vaksin ke Provinsi, Stok di Seluma Menipis
Kabid Sasmi--
SELUMA, Radarseluma.disway.id - Ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten SELUMA saat ini dalam kondisi kritis. Hingga pertengahan bulan April 2026 ini, stok vaksin yang tersisa hanya tujuh vial, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penanganan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).
BACA JUGA: Kadis ESDM Jatim Ditangkap Jaksa di Bandara, Tersangka Pungli Perizinan
BACA JUGA:Akhirnya Iran Buka Sepenuhnya Selat Hormuz
Menipisnya stok tersebut tidak lepas dari tingginya angka kasus gigitan hewan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Seluma, hingga akhir Maret 2026. Jumlah kasus gigitan hewan penular rabies telah mencapai 121 kasus, dengan mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Seluma, Sasmi mengungkapkan bahwa, kondisi ini menjadi perhatian serius karena keterbatasan vaksin dapat berdampak pada penanganan korban gigitan.
"Stok vaksin VAR saat ini hanya tersisa tujuh vial. Ini jelas tidak mencukupi, karena dari jumlah itu hanya bisa digunakan untuk tiga orang pasien," ujar Sasmi.
Dirinya juga menjelaskan, setiap korban gigitan hewan penular rabies membutuhkan beberapa dosis vaksin sesuai dengan standar penanganan medis. Dengan demikian, jumlah vaksin yang tersedia saat ini sangat terbatas untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kasus dalam waktu dekat.
Sebagai langkah darurat, Dinkes Kabupaten Seluma telah mengajukan permintaan penambahan stok vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu proses distribusi dari pemerintah provinsi.
Sumber: