“Indahnya Lisan yang Terjaga: Meraih Kemuliaan dengan Lembut dalam Bertutur Kata”
Selasa 07-04-2026,16:00 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Radarseluma.disway.id - “Indahnya Lisan yang Terjaga: Meraih Kemuliaan dengan Lembut dalam Bertutur Kata”--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari komunikasi. Setiap kata yang terucap dari lisan memiliki kekuatan yang luar biasa ia bisa menjadi penyejuk hati, namun juga bisa menjadi sumber luka yang mendalam. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan tuntunan yang jelas mengenai bagaimana seharusnya seorang Muslim bertutur kata.
Lembut dalam berbicara bukan hanya sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Bahkan, kelembutan dalam ucapan bisa menjadi sebab seseorang dicintai oleh Allah SWT dan dihormati oleh sesama manusia.
Perintah Berkata Baik dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artiny: "Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83)
Ayat ini menunjukkan bahwa berkata baik bukan hanya kepada sesama Muslim, tetapi kepada seluruh manusia tanpa terkecuali. Kata “husnan” dalam ayat ini mengandung makna luas, yakni ucapan yang lembut, sopan, tidak menyakitkan, serta membawa kebaikan.
Selain itu, Allah juga berfirman:
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Artiny: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik." (QS. Al-Isra’: 53)
Ayat ini menegaskan bahwa tidak cukup hanya berkata baik, tetapi harus memilih kata yang terbaik di antara yang baik. Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kualitas ucapan seorang hamba.
Teladan Rasulullah dalam Bertutur Kata
Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bertutur kata. Beliau dikenal sebagai pribadi yang lembut, santun, dan tidak pernah berkata kasar.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
Artiny: "Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya buruk." (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa kelembutan adalah hiasan bagi setiap perkara. Sebaliknya, kekasaran hanya akan merusak dan memperburuk keadaan.
Bahkan ketika menghadapi orang yang keras dan kasar, Rasulullah tetap membalas dengan kelembutan. Hal ini menjadi pelajaran besar bagi umat Islam bahwa kelembutan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang sesungguhnya.
Dampak Positif Lembut dalam Bertutur Kata
1. Mendatangkan Cinta Allah dan Manusia
Orang yang lembut dalam berbicara akan lebih mudah diterima oleh orang lain. Hatinya dicintai karena lisannya tidak menyakiti.
2. Menghindarkan Diri dari Permusuhan
Banyak konflik terjadi karena ucapan yang kasar. Dengan bertutur lembut, potensi konflik dapat diminimalisir..
3. Menjadi Cerminan Keimanan
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa menjaga ucapan adalah bagian dari kesempurnaan iman seseorang.
Bahaya Lisan yang Tidak Dijaga
Lisan adalah anggota tubuh yang kecil, namun dampaknya sangat besar. Banyak orang terjerumus dalam dosa hanya karena tidak menjaga ucapan.
Rasulullah SAW bersabda:
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
Artiny:;"Tidaklah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan wajah mereka kecuali hasil dari lisan mereka.".(HR. Tirmidzi)
Ucapan yang menyakitkan, fitnah, ghibah, dan kata-kata kasar bisa menjadi sebab kehancuran seseorang di dunia dan akhirat.
Cara Melatih Lembut dalam Bertutur Kata
1. Berpikir Sebelum Berbicara
Biasakan untuk menimbang apakah ucapan kita membawa manfaat atau justru menyakiti.
2. Mengendalikan Emosi
Kebanyakan kata kasar keluar saat emosi tidak terkontrol. Belajarlah untuk menahan amarah.
3. Membiasakan Dzikir
Orang yang lisannya terbiasa berdzikir akan lebih mudah menjaga ucapannya.
4.Meneladani Rasulullah SAW
Mengingat bagaimana Rasulullah berbicara akan membantu kita meniru akhlak beliau.
Lembut dalam bertutur kata adalah salah satu bentuk akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Al-Qur’an dan hadits telah memberikan banyak petunjuk tentang pentingnya menjaga lisan. Kelembutan dalam ucapan bukan hanya membawa kebaikan bagi orang lain, tetapi juga menjadi sebab keselamatan bagi diri sendiri.
Seorang Muslim sejati adalah mereka yang lisannya terjaga, ucapannya menenangkan, dan kata-katanya membawa manfaat. Ia sadar bahwa setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Di era modern saat ini, di mana komunikasi semakin mudah melalui media sosial dan teknologi, menjaga lisan menjadi semakin penting. Kata-kata yang kita tulis atau ucapkan dapat menyebar dengan cepat dan berdampak luas.
Mari kita jadikan lisan kita sebagai sumber kebaikan, bukan sumber keburukan. Biasakan berkata lembut, sopan, dan penuh hikmah dalam setiap kesempatan. Karena sejatinya, kelembutan dalam bertutur kata adalah cerminan hati yang bersih dan iman yang kuat.
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk selalu menjaga lisan dan menghiasi ucapan kita dengan kelembutan. Aamiin. (djl)
Sumber: