Tiba di Bengkulu, Empat Korban TPPO di Kamboja Langsung Sujud Syukur
4 pemuda yang jadi korban TPPO di Kamboja tiba di bengkulu--
Bengkulu, Radarseluma.Disway.id - Tak terbayang perasaan 4 warga asal Bengkulu, yang menjadi korban tindak pidana penjualan orang di Kamboja. Begitu tiba di bandara fatmawati Soekarno Bengkulu, kempat warga asal Bengkulu ini langsung sujud syukur.
BACA JUGA: PDIP Bongkar Asal Anggaran Program MBG, Ternyata Diambil dari Dana Pendidikan
BACA JUGA: 14 Anak Terlibat Perang Sarung di Jaksel Diamankan Polisi
Tangis haru keluarga menyambut kedatangan Deni Febriansyah bersama tiga rekannya di Bandara Fatmawati Soekarno, Rabu pagi (25/2).
Deni, Ardi, Engga, dan Imron merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Mereka dipulangkan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama DPRD Provinsi Bengkulu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta TNI/Polri dan pihak terkait lainnya. Proses pemulangan telah diupayakan sejak awal Februari.
Sebelumnya, mereka dijanjikan pekerjaan di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan. Namun, kenyataannya mereka justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa melakukan penipuan daring. Paspor dan telepon seluler disita, bahkan mereka mengalami penyiksaan karena tidak mampu memenuhi target pekerjaan.
Setelah delapan hari bertahan, mereka berhasil melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh dan menunggu penerbitan dokumen perjalanan pengganti paspor.
BACA JUGA:BSI Miliki 127 Ribu BSI Agen, Perluas Inklusi Hingga Pelosok Negeri
BACA JUGA:Sabar Menjauhi Maksiat di Bulan Ramadhan: Momentum Terbaik Melatih Jiwa Menuju Takwa dan Kemuliaan
Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri dan memastikan seluruh proses melalui jalur resmi Disnakertrans.
Sumber: