Menjemput Cahaya Langit di Sepertiga Malam Ramadhan: Hikmah Qiyamul Lail yang Mengangkat Derajat dan Menghapus

Menjemput Cahaya Langit di Sepertiga Malam Ramadhan: Hikmah Qiyamul Lail yang Mengangkat Derajat dan Menghapus

Radarseluma.disway.id - Menjemput Cahaya Langit di Sepertiga Malam Ramadhan: Hikmah Qiyamul Lail yang Mengangkat Derajat dan Menghapus Dosa--

Reporter: Juli Irawan  
Radarseluma.disway.id - Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada bulan inilah setiap amal kebaikan dilipatgandakan, doa-doa lebih mudah diijabah, dan pintu-pintu langit terbuka lebar. Di antara waktu paling istimewa dalam Ramadhan adalah sepertiga malam terakhir, saat banyak manusia terlelap, namun para hamba yang rindu kepada Rabb-nya bangun untuk bermunajat.
 
Bangun di sepertiga malam bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ia adalah momen pertemuan intim antara hamba dan Allah SWT, saat suasana sunyi menghadirkan kekhusyukan, air mata lebih mudah menetes, dan doa lebih tulus terucap. Apalagi di bulan Ramadhan, qiyamul lail memiliki keutamaan yang luar biasa sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
 
Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Bangun Malam
 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
 
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Qur'an, Surah Al-Isra: 79)
 
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud merupakan ibadah istimewa yang mengangkat derajat seorang hamba. Para ulama menjelaskan bahwa “maqaman mahmuda” adalah kedudukan yang mulia di dunia dan akhirat.
 
Dalam ayat lain Allah SWT memuji orang-orang yang bangun malam:
 
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۝ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
 
Artinya: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adh-Dhariyat: 17–18)
 
Ayat ini menegaskan bahwa ciri orang bertakwa adalah bangun di waktu sahur untuk beristighfar. Sepertiga malam menjadi momentum istimewa untuk memohon ampun atas segala dosa.
 
Dalil Hadits tentang Keutamaan Sepertiga Malam
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
 
Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
 
Hadits ini menunjukkan betapa besar peluang terkabulnya doa di sepertiga malam. Terlebih di bulan Ramadhan, yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
 
Rasulullah SAW juga bersabda:
 
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
 
Artinya: “Barang siapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
 
 
Hikmah Bangun di Sepertiga Malam Ramadhan
 
1. Menguatkan Keimanan dan Ketaqwaan
 
Bangun malam melatih jiwa untuk melawan hawa nafsu. Saat orang lain tertidur lelap, seorang mukmin memilih berdiri di hadapan Allah. Inilah bukti keikhlasan yang luar biasa. Qiyamul lail menjadikan hati lebih lembut dan iman semakin kokoh.
 
2. Waktu Mustajab untuk Berdoa
 
Sepertiga malam adalah waktu mustajab. Dalam keheningan malam, doa dipanjatkan dengan penuh harap. Ramadhan semakin memperbesar peluang terkabulnya doa, sebab bulan ini adalah bulan penuh rahmat.
 
3. Penghapus Dosa dan Pengangkat Derajat
 
Sebagaimana hadits di atas, shalat malam di Ramadhan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Selain itu, tahajud menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.
 
4. Menenangkan Jiwa dan Menyembuhkan Hati
 
Bangun malam menghadirkan ketenangan batin. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia, sepertiga malam adalah waktu refleksi diri. Air mata yang jatuh saat sujud menjadi bukti taubat dan kerinduan kepada Allah.
 
5. Mendekatkan Diri pada Lailatul Qadar
 
Ramadhan memiliki satu malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Orang yang terbiasa bangun di sepertiga malam akan lebih mudah meraih keberkahan Lailatul Qadar, sebab ia tidak lalai dalam ibadah malam.
 
 
Teladan Rasulullah SAW
 
Dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin meningkatkan ibadahnya. Aisyah RA berkata:
 
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
 
Artinya: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir, Nabi mengencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
 
Ini menjadi bukti bahwa bangun malam di Ramadhan adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai istimewa.
 
Bangun di sepertiga malam pada bulan suci Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tambahan, tetapi sebuah momentum emas untuk memperbaiki diri, menghapus dosa, dan meraih derajat mulia di sisi Allah SWT. Al-Qur’an memuji mereka yang bangun malam, dan Rasulullah SAW menjanjikan ampunan bagi orang yang menghidupkan Ramadhan dengan iman dan harap pahala.
 
Sepertiga malam adalah waktu paling dekat antara hamba dan Rabb-nya. Di sanalah doa dikabulkan, dosa diampuni, dan hati ditenangkan. Maka sungguh merugilah orang yang melewatkan Ramadhan tanpa memanfaatkan waktu istimewa ini.
 
Ramadhan adalah tamu agung yang hanya datang sekali dalam setahun. Jangan biarkan malam-malamnya berlalu tanpa munajat dan sujud panjang. Jadikan sepertiga malam sebagai saksi cinta kita kepada Allah SWT. Bangunlah meski hanya dua rakaat, beristighfarlah meski dengan air mata, dan berdoalah dengan penuh keyakinan.
 
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk istiqamah dalam qiyamul lail, menerima amal ibadah kita, dan mengangkat derajat kita menjadi hamba yang bertakwa. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. (djl)

Sumber:

Berita Terkait