Pemprov dan BI Satukan Langkah Bengkulu Siap Investasi 2026, Lewat BIG RIRU
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu gelar Bengkulu Siap Investasi --
Bengkulu, Radarseluma.Disway.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan investasi daerah melalui kegiatan Bencoolen Investment Gathering (BIG) Regional Investment Relations Unit (RIRU) Provinsi Bengkulu Tahun 2026, yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (9/2).
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Semprit BPJS, Pasien Tak Bisa Berobat Gegara PBI Nonaktif
BACA JUGA: Rapat Persiapan HUT BS ke 77, Sinergi dan Komitmen Bersama Rakyat, Bengkulu Selatan Maju
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. BIG RIRU 2026 mengusung tema “Bengkulu Siap Investasi 2026: Sinergi dan Akselerasi Proyek Unggulan” dan diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutan tertulis Sekretaris Daerah yang dibacakan Denni, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif penyelenggaraan forum strategis tersebut. Menurutnya, investasi merupakan instrumen kunci dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja, menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah secara berkelanjutan.
“Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan pembangunan pada penguatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, investasi menjadi katalis utama percepatan pembangunan,” ujar Denni.
Ia mengakui, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, realisasi yang tercapai masih berada di bawah 50 persen. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kesiapan proyek, kelengkapan dokumen pendukung, ketersediaan data tata ruang, serta keterbatasan infrastruktur penunjang.
BACA JUGA: Dana BOS di Seluma Belum Cair, Sekolah Kesulitan Penuhi ATK hingga Bayar Listrik
Oleh karena itu, peningkatan investasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah serta sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dalam hal ini, Regional Investment Relations Unit (RIRU) dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi untuk memastikan proyek-proyek unggulan daerah dipersiapkan secara matang dan siap ditawarkan kepada investor, khususnya dalam menyongsong pembangunan tahun 2026.
Lebih lanjut, Denni menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, serta pariwisata. Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui penguatan investasi berbasis hilirisasi, pengembangan kawasan industri, peningkatan konektivitas, serta penguatan jalur logistik strategis.
Sumber: