Endapan Lumpur dan Sisa Material Banjir Jadi Prioritas, PMI Manfaatkan Dukungan Teknologi Bosch

Endapan Lumpur dan Sisa Material Banjir Jadi Prioritas, PMI Manfaatkan Dukungan Teknologi Bosch

PMI--

 

Jakarta, Radarseluma.Disway.id - Lebih dari dua bulan setelah bencana ekologis melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kini perhatian tertuju pada pemulihan berbagai hak dasar masyarakat. Hingga 31 Januari 2026, masih terdapat lebih dari 106 ribu warga masih mengungsi, dengan kerusakan ratusan ribu rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ibadah.

 

BACA JUGA:Anggota DPRD Seluma Minta Rencana Crusher di Babatan Ditinjau Ulang, Dorong Mediasi Warga dan Perusahaan

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kembali ke Portugal

Skala dampak tersebut menuntut percepatan pemulihan, khususnya pada permukiman dan infrastruktur vital agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Dengan mandat pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin upaya pemulihan dengan mengerahkan relawan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan terbaru dari Bosch Indonesia melalui solusi teknologi Bosch Power Tools.

 

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menjelaskan bahwa fase pemulihan pascabencana saat ini sangat bergantung pada pembersihan lumpur dan sisa material banjir. Di sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, serta Agam, Solok, dan Padang, ketebalan lumpur masih cukup tinggi sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan secara manual.

 

Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan dukungan peralatan yang memadai. “PMI akan bekerja setidaknya hingga akhir tahun ini, dan sangat mungkin diperpanjang karena proses pembersihan diperkirakan bisa berlangsung sampai tiga tahun. Karena itu, dukungan peralatan berkapasitas besar menjadi kunci agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan aman,” ujarnya.

 

Sejalan dengan kebutuhan di lapangan, PMI memanfaatkan dukungan perkakas Bosch Power Tools untuk mempercepat pembersihan lingkungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap, terutama menjelang Ramadan 2026.

 

BACA JUGA: Pemda Seluma Kaji Teknis Penyewaan Aset Daerah di Jakarta

Sumber: