Tinggi Pencurian Meteran PDAM di Bengkulu, Awal 2026 Saja Sudah 56 Kasus
Meteran PDAM--
BENGKULU, Radarseluma.Disway.id - Gelombang pencurian water meter pelanggan PDAM Tirta Hidayah Kota BENGKULU belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Memasuki awal 2026, praktik ini justru kembali marak dan menimbulkan pertanyaan serius soal pengamanan fasilitas publik serta lemahnya efek jera terhadap pelaku.
BACA JUGA:Ternyata Anggaran Iuran Board of Peace Indonesia Diambil dari Kemenhan
BACA JUGA:Libur Sekolah Jelang Ramadan, Diknas Seluma Tunggu Edaran Tiga Menteri
Data internal PDAM Tirta Hidayah mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 196 kasus kehilangan water meter.
Ironisnya, hanya dalam hitungan minggu di awal 2026, jumlah laporan sudah mencapai 56 kasus.
Angka ini mengindikasikan bahwa pencurian tidak lagi bersifat sporadis, melainkan sistematis dan berulang.
Kepala Bidang Satuan Pengawasan Internal PDAM Tirta Hidayah, Rodi Hartono, mengakui tren tersebut belum terkendali.
Ia menegaskan, berdasarkan regulasi yang berlaku, water meter yang telah terpasang menjadi tanggung jawab penuh pelanggan, termasuk bila hilang akibat pencurian.
Namun, kondisi ini memunculkan dilema di lapangan.
Di satu sisi pelanggan dirugikan secara ekonomi, di sisi lain pencurian terus berulang tanpa kejelasan penanganan hukum yang tegas.
BACA JUGA: Asian Smart Medical Online Exhibition 2026: Connecting Smart Medical Suppliers with Global Buyers
Sumber: