Israel Resmi Oprasionalkan Iron Beam, Era Senjata Laser Dimulai

Israel Resmi Oprasionalkan Iron Beam, Era Senjata Laser  Dimulai

Iron Beam milik Israel--

 

ISRAEL, Radarseluma.Disway.id - Tahun 2026 ini, era senjata laser taktis akhirnya benar-benar dimulai. ISRAEL pada  28 Desember 2025, telah secara resmi mengoprasionalkan senjata ini. Saat ini, Pasukan Pertahanan ISRAEL (IDF) secara resmi mengumumkan bahwa Iron Beam telah sepenuhnya terintegrasi dan disetujui untuk operasi dalam sistem pertahanan nasional ISRAEL

 

BACA JUGA:Sekda Perintahkan Inspektorat Seluma, Usut Asusila Oknum Pejabat Dinkes Dengan PPPK

BACA JUGA:KPK OTT Wali Kota Madiun, Terkait Fee Proyek dan Dana CSR

Artinya, peristiwa ini menandai tonggak sejarah penting, karena untuk pertama kalinya senjata laser energi tinggi diadopsi sebagai bagian operasional penuh dari kekuatan militer sebuah negara.

Iron Beam kini berfungsi sebagai lapisan terdalam pertahanan udara Israel, dengan peran utama mencegat ancaman jarak dekat seperti roket, mortir, dan drone. Sistem ini melengkapi pertahanan berlapis Israel yang sebelumnya mengandalkan sistem berbasis rudal, sekaligus membuka babak baru dalam peperangan modern.

 

Gagasan senjata laser sebenarnya bukan hal baru. Sejak penemuan laser oleh Theodore Maiman pada 1960 di Hughes Research Laboratories, potensi militer teknologi ini langsung menarik perhatian publik.

 

Media kala itu bahkan menyebutnya sebagai "death ray" ala fiksi ilmiah. Representasi senjata laser kemudian semakin populer lewat film-film seperti Goldfinger, yang memperkuat citra laser sebagai senjata masa depan.

 

Namun, selama puluhan tahun, laser lebih banyak menjadi "solusi yang mencari masalah". Keterbatasan daya, kesulitan penargetan, dan gangguan atmosfer membuat laser belum praktis dijadikan senjata tempur. Pada era 1960-an hingga 1980-an, penggunaan militer laser sebagian besar terbatas pada sistem penunjuk sasaran dan pengukur jarak.

 

Sumber: