Analisa KNKT, Pesawat ATR 42-500 Tabrak Gunung Gegara ELT Rusak
Puing-puing pesawat--
Jakarta, Radarseluma.Disway.id - Pesawat ATR 42-500 sudah ditemukan. Analisa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sementara dugaan awal terkait jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pesawat jatuh karena emergency locator transmitter (ELT) yang tidak berfungsi.
BACA JUGA: Tundukkan Loh Kean Yew, Jonatan ke Final India Open 2026
BACA JUGA:Korban Tewas di Iran 3.428 Orang, Demo Mulai Mereda
"Ada namanya ELT, Emergency Locator Transmitter, tapi dengan kejadian kalau dia nabrak gunung, kalau bener dia nabrak gunung, itu biasanya ELT-nya tidak bekerja karena hancur juga," ujar Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.
Sebagai informasi, ELT berfungsi untuk mengirim sinyal darurat jika pesawat mengalami kecelakaan, sehingga tim SAR bisa cepat menemukan lokasi. Namun dalam kasus pesawat ATR hilang di Maros, ELT pesawat diduga telah rusak.
"Jadi tidak bisa memancarkan sinyal," jelas Soerjanto.
Kondisi tersebut membuat tim SAR kini fokus melakukan pencarian manual terhadap lokasi pesawat yang diduga telah jatuh. Suryano berharap lokasi segera diketahui sehingga tim SAR bisa melakukan evakuasi terhadap korban, termasuk menemukan blackbox, sebuah alat berisi rekaman penerbangan dan data teknis pesawat yang membantu investigasi penyebab kecelakaan.
BACA JUGA:Ibu Mertua Aurelie Moeremans Ungkap Pesan Haru Usai Rilis Buku Broken Strings
"Kalau bisa menemukan blackbox saat mengevakuasi korban, kami sangat berharap juga ditemukan blackbox-nya," ujarnya.
Sumber: