TPS Dorong Restorasi Pesisir Berbasis Pemberdayaan Petani Mangrove di Surabaya

TPS Dorong Restorasi Pesisir Berbasis Pemberdayaan Petani Mangrove di Surabaya

TPS Dorong Restorasi Pesisir Berbasis Pemberdayaan --

 

Surabaya, Radarseluma.disway.id– Di balik upaya menjaga pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim, tumbuh kisah tentang penghidupan yang bersemi bersama akar-akar mangrove.

Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan anak usaha Pelindo Terminal Petikemas melalui program keberlanjutan “Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan” tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi petani mangrove yang menggantungkan hidupnya pada alam.

BACA JUGA:Seluma Surplus 26.642 Ton Beras, Seluma Bisa Jadi Lumbung Pangan

Melalui kerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari, TPS mendukung pembibitan sebanyak 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Program ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para petani, terutama di tengah ketidakpastian pendapatan akibat perubahan musim dan tekanan lingkungan pesisir.

Bagi para petani, pembibitan mangrove bukan sekadar aktivitas lingkungan, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Setiap tahapan—mulai dari pengumpulan propagul, proses pembibitan, perawatan harian, hingga pemantauan pertumbuhan—memberikan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja berbasis kearifan lokal.

Salah satu anggota Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Moch. Toha, merasakan langsung dampak program ini. Sebagai nelayan pesisir yang penghasilannya sangat bergantung pada cuaca, ia kerap menghadapi ketidakpastian ekonomi. Sejak terlibat dalam pembibitan mangrove, ia memperoleh pendapatan tambahan yang lebih pasti.

“Kalau melaut tidak selalu bisa setiap hari. Dengan pembibitan mangrove, kami tetap punya penghasilan. Hasilnya bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Kami merasa lebih tenang karena ada pekerjaan yang berkelanjutan,” tuturnya sambil merawat bibit mangrove di persemaian.

BACA JUGA:Inilah Wanita-Wanita Istimewa di Akhirat: Wajah Mereka Bersinar Penuh Cahaya karena Amalan Mulia

Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz, menambahkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga di kalangan petani.

“Kami merasa dipercaya dan dilibatkan sebagai mitra. Mangrove yang kami rawat bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan keluarga kami,” ujarnya.

TPS memastikan proses pembibitan dilakukan secara profesional dengan standar yang jelas, disertai pendampingan teknis yang meningkatkan keterampilan petani. Pendekatan ini tidak hanya menjamin kualitas bibit, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa keberhasilan program mangrove diukur tidak hanya dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan petani.

“Bagi TPS, keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani mangrove merasakan manfaat langsung dari program ini, memiliki pendapatan yang lebih baik, keterampilan yang meningkat, dan masa depan yang lebih pasti,” jelas Erika.

Sumber:

Berita Terkait