Kiamat Datang Saat Manusia Lengah: Peringatan Al-Qur’an dan Hadits tentang Akhir Zaman yang Sering Diabaikan

Kiamat Datang Saat Manusia Lengah: Peringatan Al-Qur’an dan Hadits tentang Akhir Zaman yang Sering Diabaikan

Radarseluma.disway.id - Kiamat Datang Saat Manusia Lengah: Peringatan Al-Qur’an dan Hadits tentang Akhir Zaman yang Sering Diabaikan--

Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Kiamat adalah sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Setiap manusia, beriman atau tidak, sadar ataupun lalai, akan menghadapinya. Namun, ironisnya, Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW menegaskan bahwa kiamat justru akan datang di saat manusia berada dalam puncak kelengahan, ketika mereka sibuk dengan urusan dunia, terlena oleh kenikmatan hidup, dan jauh dari mengingat Allah SWT.
 
Fenomena ini semakin nyata di era modern. Manusia sibuk mengejar harta, jabatan, popularitas, dan hiburan tanpa batas. Media sosial, teknologi, dan gaya hidup materialistis membuat manusia merasa dunia seolah akan berlangsung selamanya. Padahal, Islam mengajarkan bahwa kelengahan adalah tanda berbahaya menjelang hari kehancuran alam semesta.
 
Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana Al-Qur’an dan Hadits menggambarkan kiamat yang datang secara tiba-tiba saat manusia lalai, beserta hikmah dan peringatan agar umat Islam tidak terjerumus dalam kelengahan yang menyesatkan.
 
Makna Lengah dalam Pandangan Islam
 
Dalam Islam, kelengahan disebut dengan istilah ghaflah, yaitu keadaan ketika hati lalai dari mengingat Allah, tidak peduli terhadap akhirat, dan tenggelam dalam kesenangan dunia.
 
Allah SWT berfirman:
 
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
 
Artinya: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sedang mereka berada dalam kelengahan dan berpaling.” (QS. Al-Anbiya: 1)
 
Ayat ini menunjukkan bahwa kedekatan kiamat tidak diiringi oleh kesadaran manusia, justru diiringi oleh sikap abai dan tidak peduli. Manusia tahu tentang kiamat secara lisan, namun hatinya tidak merasakannya.
 
 
Kiamat Datang Secara Tiba-Tiba
 
Salah satu ciri utama hari kiamat adalah datangnya yang sangat mendadak, tanpa peringatan terakhir yang bisa disadari manusia.
 
Allah SWT berfirman:
لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً
 
Artinya: “Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan secara tiba-tiba.”
(QS. Al-A’raf: 187)
 
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada tanda akhir sebelum kiamat yang bisa dijadikan “alarm terakhir”. Ketika kiamat tiba, manusia masih dalam rutinitas biasa: berdagang, bekerja, makan, dan bersenang-senang.
 
Rasulullah t bersabda:
 
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
 
Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat hingga matahari terbit dari barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
 
Namun sebelum tanda besar itu muncul, manusia berada dalam kondisi lalai, tenang, dan merasa aman, seakan hidup ini tidak akan berakhir.
 
Manusia Sibuk Dunia Menjelang Kiamat
 
Rasulullah SAW menggambarkan dengan sangat jelas kondisi manusia menjelang kiamat:
 
تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرَّجُلَانِ قَدْ نَشَرَا ثَوْبَهُمَا فَلَا يَتَبَايَعَانِهِ وَلَا يَطْوِيَانِهِ
 
Artinya: “Kiamat akan terjadi sementara dua orang sedang membentangkan kain dagangannya, namun mereka tidak sempat menyelesaikan jual beli itu.”
(HR. Bukhari)
 
Hadits ini menunjukkan bahwa kiamat datang saat manusia berada di puncak aktivitas duniawi, bukan dalam kondisi beribadah atau bersiap menghadapi kematian.
 
Di zaman sekarang, gambaran ini terasa sangat relevan. Manusia sibuk dengan ponsel, transaksi digital, rapat, hiburan, dan ambisi pribadi. Sedikit sekali waktu yang digunakan untuk merenung tentang akhir hidup dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
 
Kelengahan sebagai Penyebab Kebinasaan
 
Allah SWT memperingatkan bahwa kelengahan bukan sekadar sifat biasa, tetapi penyebab utama kehancuran umat terdahulu.
 
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا
 
Artinya: “Sungguh Kami jadikan untuk neraka Jahannam banyak dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami.” (QS. Al-A’raf: 179)
 
Kelengahan membuat hati mati. Mata melihat, telinga mendengar, tetapi pesan kebenaran tidak masuk ke dalam jiwa. Akibatnya, manusia mudah melakukan dosa tanpa rasa takut.
 
 
Tugas Umat Islam Menghadapi Kelengahan Zaman
 
Rasulullah SAW mengingatkan agar umat Islam tidak ikut hanyut dalam kelalaian massal:
 
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ
 
Artinya: “Bersegeralah kalian beramal sebelum datang fitnah seperti malam yang gelap gulita.” (HR. Muslim)
 
Pesan ini menegaskan pentingnya amal shalih, dzikir, dan taubat sebelum datang masa ketika kebenaran menjadi kabur dan kelengahan merajalela.
 
Kiamat bukan hanya peristiwa kosmik, tetapi juga peringatan spiritual. Al-Qur’an dan Hadits dengan tegas menyatakan bahwa kiamat akan datang saat manusia lengah, sibuk dunia, dan jauh dari mengingat Allah. Kelengahan adalah musuh terbesar iman, karena membuat manusia merasa aman padahal sedang berada di tepi kehancuran.
 
Sebagai umat Islam, kita tidak dituntut untuk mengetahui kapan kiamat terjadi, tetapi dipersiapkan untuk selalu siap menghadapinya. Jangan sampai kita termasuk golongan yang terkejut, menyesal, dan tidak sempat bertaubat saat sangkakala ditiup.
Semoga artikel ini menjadi pengingat, bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia modern, mengingat akhirat adalah kunci keselamatan. (djl)

Sumber:

Berita Terkait