Agama Diperdagangkan Demi Kepentingan Dunia: Salah Satu Tanda Besar Kiamat yang Kian Nyata

Agama Diperdagangkan Demi Kepentingan Dunia: Salah Satu Tanda Besar Kiamat yang Kian Nyata

Radarseluma.disway.id - Agama Diperdagangkan Demi Kepentingan Dunia: Salah Satu Tanda Besar Kiamat yang Kian Nyata--

Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Islam diturunkan sebagai agama yang membawa petunjuk, keadilan, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Agama bukan sekadar simbol, retorika, atau alat pencitraan, melainkan jalan hidup yang harus dijalani dengan keikhlasan dan ketakwaan. Namun, Rasulullah SAW telah memperingatkan bahwa akan datang suatu masa ketika agama tidak lagi dijadikan pedoman hidup, melainkan komoditas yang diperjualbelikan demi kepentingan dunia.
 
Fenomena ini semakin terasa di akhir zaman. Banyak orang berbicara tentang agama, tetapi perilakunya jauh dari nilai-nilai Islam. Ayat dan hadits dijadikan alat pembenaran hawa nafsu, dakwah dijadikan ladang bisnis semata, dan hukum Allah diperalat untuk kepentingan kekuasaan, popularitas, dan materi. Inilah salah satu tanda besar kiamat yang telah disampaikan Rasulullah SAW dengan sangat jelas.
 
Makna “Menjual Agama Demi Dunia”
 
Menjual agama demi dunia bukan berarti menjual kitab suci secara fisik, melainkan mengorbankan kebenaran agama demi keuntungan duniawi. Bentuknya sangat beragam, antara lain:
 
• Mengubah hukum Allah demi kepentingan penguasa atau kelompok tertentu
 
• Menyampaikan dakwah demi popularitas, uang, dan jabatan
 
• Menyembunyikan kebenaran karena takut kehilangan keuntungan
 
• Mempermainkan fatwa agar sesuai selera pasar
 
Allah SWT telah memperingatkan hal ini dalam Al-Qur’an:
 
وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
 
Artinya: “Dan janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 41)
 
Ayat ini menegaskan bahwa menjadikan agama sebagai alat mencari keuntungan dunia adalah perbuatan tercela dan tanda rusaknya iman.
 
 
Hadits Rasulullah SAW tentang Agama yang Diperdagangkan
 
Rasulullah SAW telah jauh-jauh hari mengabarkan kondisi ini:
 
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ
 
Artinya: “Akan datang kepada manusia suatu masa, tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari Al-Qur’an kecuali tulisannya.” (HR. Al-Baihaqi)
 
Hadits ini menggambarkan betapa agama hanya tinggal simbol. Masjid ramai, tetapi hati kosong. Al-Qur’an dibaca, tetapi tidak diamalkan. Dakwah marak, tetapi penuh kepentingan dunia.
 
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
 
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ يُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ يَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ
 
Artinya: “Barang siapa menuntut ilmu agama untuk membanggakan diri di hadapan ulama, mendebat orang bodoh, atau menarik perhatian manusia, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Tirmidzi)
 
Ini adalah peringatan keras bahwa ilmu agama yang diniatkan untuk dunia justru menjadi sebab kebinasaan di akhirat.
 
Ciri-Ciri Zaman Ketika Agama Dijual
 
Beberapa ciri yang nyata kita saksikan hari ini antara lain:
 
• Ulama yang tunduk pada kekuasaan, bukan pada kebenaran
 
• Fatwa yang berubah sesuai kepentingan, bukan dalil
 
• Dakwah yang kehilangan ruh keikhlasan, lebih menonjolkan sensasi
 
• Kebenaran dikaburkan, kebatilan dibungkus ayat dan hadits
 
• Agama dijadikan alat legitimasi kezaliman
 
Allah SWT berfirman:
 
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا
 
Artinya: “Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu berkata: ‘Ini dari Allah’, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit.” (QS. Al-Baqarah: 79)
 
Ayat ini menegaskan ancaman keras bagi siapa saja yang memanipulasi agama demi dunia.
 
 
Bahaya Besar Bagi Umat Islam
 
Ketika agama diperjualbelikan, dampaknya sangat berbahaya:
 
• Umat menjadi bingung antara kebenaran dan kebatilan
 
• Kepercayaan terhadap ulama dan dai melemah
 
• Hukum Allah diremehkan
 
• Kemunafikan merajalela
 
• Azab Allah semakin dekat
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الأَئِمَّةُ الْمُضِلُّونَ
 
Artinya: “Hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Abu Dawud)
 
Pemimpin yang menyesatkan bukan hanya dalam urusan politik, tetapi juga dalam urusan agama.
 
Menjual agama demi dunia adalah tanda besar kerusakan iman dan pertanda dekatnya kiamat. Fenomena ini telah diprediksi Rasulullah SAW dan kini semakin nyata di hadapan kita. Ketika agama dijadikan alat transaksi, kebenaran akan dikalahkan oleh kepentingan, dan umat akan berada dalam kesesatan massal.
 
Sebagai umat Islam, kita wajib berhati-hati dan menjaga keikhlasan dalam beragama. Jangan sampai kita termasuk golongan yang memperjualbelikan ayat-ayat Allah demi dunia yang fana. Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar adalah satu-satunya jalan keselamatan di tengah fitnah akhir zaman.
Semoga Allah SWT menjaga iman kita, menjauhkan kita dari fitnah dunia, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang jujur dan ikhlas dalam beragama. (djl)

Sumber:

Berita Terkait