Pertumbuhan Energi Terbarukan Membaik, Peluang Pembiayaan Hijau Semakin Besar

Pertumbuhan Energi Terbarukan Membaik,  Peluang Pembiayaan Hijau Semakin Besar

Energi terbarukan--

 

JAKARTA, Radarseluma.Disway.id  - Tambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan terus meningkat di Semester I 2025.

BACA JUGA:KTT Sepak Bola Dunia Perdana di Hong Kong, Menentukan Masa Depan Sepak Bola

BACA JUGA:CHiQ Tampilkan Teknologi AI Bertema Panda, Dukungan Sponsor FIS, dan Kepemimpinan LST di IFA 2025

Hingga Juni 2025, total penambahan kapasitas mencapai 876,5 MW, meningkat 15% (yoy). Dengan capaian ini, total kapasitas terpasang sebesar 15,3 GW, setara dengan 14,5% dari total pembangkit nasional.

Per Juni 2025, sebanyak 50 proyek energi terbarukan resmi beroperasi secara komersial, tersebar di 15 provinsi.

Proyek didominasi PLTS dan PLTP, masing-masing mencakup 47 unit (27,8 MW) dan 3 unit (91,9 MW). Secara total, kapasitas PLTS yang terpasang mencapai 233,3 MW, tersebar di berbagai wilayah. PLTP berkontribusi 105,2 MW, berasal dari proyek Lumut Balai, Ijen, dan Gunung Salak.

PLN mendorong transisi energi melalui dedieselisasi dan pengembangan smart grid.

Konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit EBT difokuskan di wilayah Indonesia Timur, yang selama ini masih bergantung pada sumber energi berbasis fosil. Inisiatif ini dilakukan secara bertahap, seiring kesiapan teknologi dan infrastruktur lokal.

 

Tambahan kapasitas pembangkin energi terbarukan diperkirakan terus meningkat.

BACA JUGA: Selama Libur Maulid, LRT Jabodebek Jalankan 270 Perjalanan Harian

Berdasarkan RUPTL 2025–2034, kapasitas tambahan tahun ini diproyeksikan mencapai 1.679 MW, dengan PLTS sebagai kontributor terbesar. Sektor perbankan memiliki ruang untuk meningkatkan peran, terutama melalui pembiayaan berbasis penilaian risiko proyek. Keberlanjutan pembiayaan jangka panjang juga akan bergantung pada dukungan regulasi, termasuk penyederhanaan perizinan, insentif fiskal, dan akses pembiayaan yang kompetitif. 

Sumber: