Sosok Misterius yang Akan Menghancurkan Ka’bah Menjelang Hari Kiamat Menarik Al-Qur'an dan Hadits

Sosok Misterius yang Akan Menghancurkan Ka’bah Menjelang Hari Kiamat Menarik Al-Qur'an dan Hadits

Radarseluma.disway.id - Sosok Misterius yang Akan Menghancurkan Ka’bah Menjelang Hari Kiamat Menarik Al-Qur'an dan Hadits --

Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Ka’bah di Makkah merupakan simbol suci umat Islam, pusat arah kiblat shalat, dan tempat berkumpulnya jutaan umat Muslim dalam ibadah haji maupun umrah. Sejak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam membangunnya bersama putranya, Nabi Ismail, Ka’bah menjadi simbol tauhid dan rumah pertama yang diangkat untuk manusia dalam beribadah kepada Allah SWT.

Namun, di balik kemuliaannya, Rasulullah SAW pernah mengabarkan bahwa menjelang hari kiamat kelak, Ka’bah yang mulia ini akan dihancurkan oleh seorang manusia. Sosok ini bukanlah dari kalangan mukmin, melainkan seorang asing dari negeri Habasyah (Ethiopia) yang disebut dalam hadits dengan sebutan Dzu As-Suwaiqatain. Peristiwa ini menjadi tanda besar semakin dekatnya kehancuran dunia.

Lalu siapakah sosok tersebut? Bagaimana dalil dari Al-Qur’an dan Hadits menjelaskan kehancuran Ka’bah? Dan apa makna peristiwa ini bagi umat Islam? Mari kita uraikan secara panjang lebar.

Ka’bah dalam Perspektif Al-Qur’an

Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Ka’bah adalah rumah ibadah yang penuh berkah:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) Manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran: 96)

Ayat ini menegaskan kedudukan Ka’bah sebagai pusat ibadah yang diberkahi. Namun, menjelang hari kiamat, keberkahan itu akan dicabut sebagai tanda berakhirnya kehidupan dunia.

BACA JUGA:Kisah Iblis yang Meminta Bantuan Nabi Musa untuk Bertaubat: Sebuah Pelajaran tentang Kesombongan dan Penolakan

Hadits Nabi tentang Penghancuran Ka’bah

Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan siapa yang akan menghancurkan Ka’bah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ

Artinya: “Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzu As-Suwaiqatain dari Negeri Habasyah.” (HR. Bukhari, no. 1591; Muslim, no. 2909)

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW menjelaskan:

كَأَنِّي بِهِ أَسْوَدَ أَفْحَجَ يَقْلَعُهَا حَجَرًا حَجَرًا

Artinya: “Seakan-akan aku melihatnya, seorang laki-laki berkulit hitam, berkaki bengkok (pincang), ia mencabut batu demi batu dari Ka’bah.” (HR. Bukhari)

Hadits ini menggambarkan bahwa sosok tersebut bukanlah pemimpin besar atau pasukan tangguh, melainkan seseorang yang hina dan lemah secara fisik. Hal ini menunjukkan bahwa ketika Ka’bah dihancurkan, dunia memang sudah mendekati kehancurannya sehingga rumah Allah SWT tidak lagi dimuliakan.

Siapakah Dzu As-Suwaiqatain?

Nama Dzu As-Suwaiqatain berarti “pemilik dua betis kecil”. Julukan ini menunjukkan ciri fisiknya yang cacat dan tidak sempurna. Ia berasal dari Habasyah (Ethiopia), sebuah negeri di Afrika Timur yang dalam sejarahnya sering berhubungan dengan Jazirah Arab.

Para ulama menjelaskan, kehancuran Ka’bah oleh Dzu As-Suwaiqatain akan terjadi setelah orang-orang beriman diwafatkan Allah SWT. Saat itu dunia hanya dipenuhi orang-orang kafir yang tidak lagi mengagungkan syiar-syiar Allah. Maka Ka’bah pun kehilangan kehormatannya di mata manusia, sehingga Allah tak lagi menjaganya.

Mengapa Ka’bah Dihancurkan?

Pertanyaan yang muncul adalah: mengapa Allah SWT membiarkan rumah-Nya yang mulia ini dihancurkan?

1. Tanda Dekatnya Kiamat Besar: Penghancuran Ka’bah merupakan tanda besar bahwa dunia akan segera berakhir. Setelah itu, seluruh tatanan kehidupan manusia hancur dan kiamat besar terjadi.

2. Ka’bah Tidak Lagi Dibutuhkan: Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan: “Ka’bah dihancurkan ketika tidak ada lagi seorang pun yang menunaikan haji dan umrah. Dengan demikian, keberadaan Ka’bah sudah tidak lagi berfungsi.”

3. Hilangnya Keimanan di Bumi: Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi seorang pun di muka bumi yang menyebut: Allah, Allah. (HR. Muslim). Pada saat itu, Ka’bah pun kehilangan makna dan fungsinya.

BACA JUGA:Kisah Menakjubkan Nabi Musa AS: Hampir Tergugurkan dari Deretan Nabi Karena Ujian Kesombongan

Hikmah dari Peristiwa Ini

Meskipun peristiwa ini terasa menggetarkan hati, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil:

1. Menguatkan Keyakinan terhadap Hari Akhir 

Berita tentang kehancuran Ka’bah menjadi pengingat bahwa dunia fana dan semua yang ada di dalamnya akan musnah.

2. Menumbuhkan Rasa Syukur

Saat ini kita masih dapat melihat Ka’bah, melaksanakan haji, dan beribadah di sekitarnya. Nikmat ini seharusnya semakin disyukuri.

3. Dorongan untuk Memperbanyak Ibadah

Mengingat kelak Ka’bah akan hancur, maka beribadah di hadapannya saat masih ada adalah keutamaan besar yang harus diutamakan.

Dari penjelasan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa Ka’bah adalah rumah Allah yang diberkahi, menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia. Namun, menjelang hari kiamat, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzu As-Suwaiqatain, seorang laki-laki dari Habasyah yang hina dan lemah. Peristiwa ini terjadi setelah iman telah dicabut dari muka bumi, dan manusia tidak lagi memuliakan syiar Allah.

Kehancuran Ka’bah adalah bagian dari takdir Allah SWT sebagai tanda dekatnya kiamat. Umat Islam hendaknya tidak hanya berhenti pada rasa takut, tetapi juga menjadikan kabar ini sebagai pengingat untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Selama Ka’bah masih tegak di Makkah, setiap Muslim hendaknya memelihara kerinduan untuk mengunjunginya, agar kelak menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita pernah memenuhi panggilannya. (djl)

Sumber:

Berita Terkait