Menjadikan Hijrah Sebagai Gaya Hidup Islami: Transformasi Diri Menuju Keberkahan Hidup

Menjadikan Hijrah Sebagai Gaya Hidup Islami: Transformasi Diri Menuju Keberkahan Hidup

Radarseluma.disway.id - Menjadikan Hijrah Sebagai Gaya Hidup Islami: Transformasi Diri Menuju Keberkahan Hidup--

Reporter: Juli Irawan  

Radarseluma.disway.id - Hijrah bukan hanya sekadar berpindah tempat atau meninggalkan kebiasaan buruk semata. Dalam konteks kehidupan modern saat ini, hijrah memiliki makna yang lebih mendalam: transformasi menyeluruh menuju kehidupan yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Menjadikan hijrah sebagai gaya hidup berarti menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan baik spiritual, sosial, ekonomi, hingga budaya. Bukan sekadar momen atau peristiwa sesaat, hijrah adalah proses dan komitmen jangka panjang.

Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, semangat hijrah sesungguhnya adalah bentuk ketundukan total kepada perintah Allah dan wujud nyata dari perjuangan menegakkan Islam dalam kehidupan. Kini, semangat hijrah itu relevan untuk diimplementasikan sebagai gaya hidup Islami dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.

Makna Hijrah dalam Islam

Secara bahasa, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu. Dalam pengertian syar’i, hijrah adalah meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya menuju sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal ini ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW:

"المُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ"

Artinya: “Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari no. 10)

Hadits ini menunjukkan bahwa hijrah bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan moral, yakni berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, dari dunia menuju akhirat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ

Artinya: “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa: 100)

Ayat ini menegaskan bahwa siapa pun yang berhijrah karena Allah akan diberikan kemudahan dan keluasan hidup. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual dan emosional. Allah membuka pintu keberkahan bagi siapa pun yang mau bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

BACA JUGA:Hijrah dan Kesadaran Akan Kematian: Menapaki Jalan Menuju Kehidupan Hakiki

Hijrah Sebagai Gaya Hidup Islami

Sumber:

Berita Terkait