Kekuatan Muhasabah: Pilar Utama Menjaga Konsistensi Hijrah Menuju Ridha Ilahi

Kekuatan Muhasabah: Pilar Utama Menjaga Konsistensi Hijrah Menuju Ridha Ilahi

Radarseluma.disway.id - Kekuatan Muhasabah: Pilar Utama Menjaga Konsistensi Hijrah Menuju Ridha Ilahi--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id -Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan perubahan mendasar dalam orientasi hidup dari gelap menuju cahaya, dari keburukan menuju kebaikan. Dalam perjalanan hijrah, seseorang akan dihadapkan pada tantangan, godaan, dan ujian yang bisa melemahkan semangatnya. Oleh karena itu, dibutuhkan satu kekuatan spiritual yang mampu menjaga nyala api hijrah agar tetap berkobar, yaitu muhasabah (introspeksi diri).

Muhasabah bukan sekadar mengingat dosa dan menyesalinya, tetapi lebih dari itu ia adalah upaya sadar untuk terus mengevaluasi, memperbaiki, dan memantapkan arah hidup menuju ridha Allah. Dalam konteks menjaga hijrah, muhasabah menjadi pondasi yang kokoh agar seorang Muslim tidak kembali ke masa lalunya yang kelam.

Makna Muhasabah dalam Islam

Secara bahasa, muhasabah berasal dari kata “حاسب – يحاسب – محاسبة” yang berarti menghitung, menilai, atau mengevaluasi. Dalam konteks spiritual, muhasabah berarti mengoreksi diri atas perbuatan dan niat, serta mengukur sejauh mana kesesuaian amal kita dengan syariat Allah.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata, "Barangsiapa yang tidak bermuhasabah terhadap dirinya setiap hari, maka ia akan termasuk orang-orang yang merugi pada hari kiamat."

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengandung perintah langsung bagi orang beriman untuk bermuhasabah. Allah menyuruh kita untuk melihat kembali amal yang telah kita perbuat sebagai bekal di akhirat.

BACA JUGA:Hijrah Menuju Kedewasaan Spiritual: Meniti Jalan Kesempurnaan Iman dan Taqwa

Hijrah yang Konsisten Butuh Pengawalan Hati

Perjalanan hijrah seringkali diawali dengan semangat membara, namun seiring waktu, semangat tersebut bisa meredup. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak lagi menjaga niat awalnya atau tidak memperbarui visinya terhadap akhirat. Di sinilah peran muhasabah menjadi sangat penting.

Rasulullah SAW bersabda:

Sumber:

Berita Terkait