Menjadi Pemuda Hijrah di Era Milenial: Meraih Cahaya di Tengah Gelapnya Godaan Zaman
Radarseluma.disway.id - Menjadi Pemuda Hijrah di Era Milenial: Meraih Cahaya di Tengah Gelapnya Godaan Zaman--
Pemuda dan Tantangan Zaman Milenial
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Zaman milenial adalah era penuh tantangan dan peluang. Di satu sisi, perkembangan teknologi menghadirkan kemudahan dalam memperoleh ilmu, membangun jaringan, hingga berdakwah secara digital. Namun, di sisi lain, terbuka pula jalan-jalan maksiat yang begitu mudah diakses dan begitu menggoda, khususnya bagi kalangan muda. Dalam kondisi ini, munculnya kesadaran untuk berhijrah di kalangan pemuda menjadi fenomena yang patut disyukuri.
Hijrah tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai perpindahan fisik, tetapi sebagai perubahan menyeluruh dalam kehidupan dari kegelapan menuju cahaya, dari kelalaian menuju kesadaran, dari dosa menuju taubat. Pemuda yang berhijrah adalah pemuda yang memilih jalan Allah di tengah gempuran duniawi. Maka, menjadi pemuda hijrah di era milenial adalah bentuk perjuangan yang penuh keberkahan dan sangat dibutuhkan oleh umat hari ini.
Makna Hijrah dalam Islam
Hijrah secara bahasa berarti berpindah. Dalam konteks syariat, hijrah berarti berpindah dari kondisi yang buruk menuju kondisi yang diridhai Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ
Artinya: "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (QS. An-Nisa: 100)
Ayat ini menegaskan bahwa hijrah adalah perintah yang membawa kepada keluasan dan keberkahan. Bukan hanya hijrah fisik, namun termasuk hijrah dari maksiat menuju ketaatan, dari kejahilan menuju ilmu.
BACA JUGA:Hijrah Menuju Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Menjadi Muslim Seimbang dan Visioner
Pemuda sebagai Pilar Perubahan
Dalam sejarah Islam, pemuda selalu menjadi tonggak kebangkitan. Rasulullah SAW dikelilingi oleh para pemuda hebat yang berhijrah secara fisik dan spiritual, seperti Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, dan Mus’ab bin Umair. Mus’ab bin Umair misalnya, adalah pemuda kaya yang rela meninggalkan kemewahan demi dakwah di Madinah. Keberanian dan pengorbanannya menjadi inspirasi sepanjang zaman.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ... وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ
Sumber: