Menjaga Pandangan dan Hati: Hijrah Menuju Kesucian Diri di Era Digital
Radarseluma.disway.id - Menjaga Pandangan dan Hati: Hijrah Menuju Kesucian Diri di Era Digital--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Hijrah bukan hanya sekadar berpindah tempat, namun lebih dalam dari itu, hijrah adalah transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. Dalam konteks kekinian, terutama di era digital yang penuh dengan fitnah visual dan godaan syahwat, hijrah dapat bermakna menjaga diri dari hal-hal yang bisa merusak hati dan akhlak. Salah satu bentuk hijrah yang sangat relevan hari ini adalah hijrah dengan menjaga pandangan dan hati.
Dalam Islam, menjaga pandangan bukan hanya perintah, melainkan juga penjaga utama dari kehormatan diri dan kebersihan jiwa. Karena dari pandangan, hati bisa terpengaruh, dan dari hati muncullah niat serta tindakan. Maka, siapa yang mampu menjaga pandangannya, ia sedang menjaga benteng terkuat dalam dirinya.
Menjaga Pandangan dalam Islam
Allah SWT telah memerintahkan kaum mukminin untuk menjaga pandangan mereka sebagai langkah awal dalam menahan syahwat dan menjaga kesucian diri. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur: 30)
Ayat ini secara tegas memberikan perintah kepada kaum laki-laki beriman untuk menundukkan pandangan sebagai bentuk pensucian diri. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga pandangan adalah tangga pertama menuju penjagaan hati dan kehormatan.
Begitu pula bagi perempuan:
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Artinya: “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nur: 31)
Perintah ini berlaku universal baik bagi laki-laki maupun perempuan karena fitnah bisa menyerang siapa saja, dan setiap orang bertanggung jawab menjaga dirinya masing-masing.
BACA JUGA:Hijrah dari Cinta Dunia Menuju Cinta Akhirat: Menapaki Jalan Hidup yang Hakiki
Dampak Pandangan terhadap Hati
Pandangan yang tidak dijaga adalah panah beracun yang bisa menancap ke hati. Nabi Muhammad SAW bersabda:
النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ
Artinya: “Pandangan (kepada yang haram) adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.” (HR. Al-Hakim)
Pandangan yang tidak terkontrol akan membuka pintu syahwat, yang kemudian merusak hati dan menjauhkan seseorang dari ketenangan batin. Maka, hijrah menjaga pandangan bukan hanya menghindari zina mata, tetapi juga melatih keimanan dan kesabaran.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
إِنَّ الْبَصَرَ سَبَبُ الْفِتْنَةِ، وَمَنْ تَرَكَ شَيْئًا لِلَّهِ عَوَّضَهُ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ
Artinya: “Sesungguhnya pandangan adalah penyebab fitnah, dan siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
Menjaga Hati dari Penyakitnya
Hijrah juga harus mencakup hijrah hati, yaitu berpindah dari hati yang kotor, dengki, hasad, riya’, ujub, cinta dunia, kepada hati yang bersih, tawakal, sabar, dan penuh cinta kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: “(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Ash-Shu’ara: 88-89)
Qalbun salim (hati yang bersih) adalah tujuan dari setiap perjalanan spiritual seorang mukmin. Hati yang bersih adalah hasil dari usaha sungguh-sungguh menjaga diri dari maksiat, termasuk maksiat pandangan.
BACA JUGA:Keberkahan Muharam dalam Menuntut Ilmu: Menggapai Cahaya Ilahi di Awal Tahun Hijriah
Hijrah Digital: Menjaga Pandangan di Dunia Maya
Di zaman media sosial, menjaga pandangan menjadi tantangan yang berat. Sekali scroll, kita bisa dengan mudah disuguhi gambar atau video yang menjurus pada maksiat. Maka hijrah digital berarti menjauh dari konten yang tidak bermanfaat, menahan diri dari menatap hal-hal yang haram, serta menyaring informasi dan visual dengan niat lillah.
Beberapa langkah nyata hijrah menjaga pandangan di era digital:
1. Mengatur feed media sosial agar hanya menampilkan konten positif dan islami.
2. Menghindari tontonan yang membuka aurat atau mengandung maksiat.
3. Menundukkan pandangan secara langsung di dunia nyata ketika berada di tempat umum.
4. Berdoa dan berdzikir agar Allah meneguhkan hati kita dalam menjaga pandangan.
Hijrah sejati mencakup hijrah jasmani dan rohani. Hijrah dengan menjaga pandangan dan hati adalah bentuk pengendalian diri yang akan membawa seseorang pada derajat taqwa. Pandangan yang terjaga akan menjaga kehormatan, dan hati yang bersih akan menjadi tempat bagi cahaya iman untuk bersemayam. Allah menjanjikan pahala dan pengganti yang lebih baik bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh menjaga dirinya karena-Nya.
Hijrah dengan menjaga pandangan dan hati bukanlah perkara mudah, terutama di zaman serba terbuka seperti saat ini. Namun justru di tengah banyaknya godaan inilah, keistiqamahan kita diuji. Dan barangsiapa mampu menahan dirinya, niscaya ia termasuk dalam golongan orang yang dimuliakan oleh Allah SWT. Maka marilah kita kuatkan tekad untuk hijrah menuju kesucian diri, mulai dari menjaga mata dan hati kita dari hal-hal yang diharamkan. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah hijrah kita hingga akhir hayat. (djl)
Sumber: