Ghadir Khum dan Ukhuwah Islamiyah: Menyatukan Umat, Menepis Perpecahan”

Ghadir Khum dan Ukhuwah Islamiyah: Menyatukan Umat, Menepis Perpecahan”

Radarseluma.disway.id - Ghadir Khum dan Ukhuwah Islamiyah: Menyatukan Umat, Menepis Perpecahan”--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Peristiwa Ghadir Khum merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang menyimpan pelajaran besar bagi umat, terutama dalam membina ukhuwah Islamiyah dan mencegah perpecahan. Dalam sejarah Islam, momen ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan pulang dari Haji Wada’, dan menyampaikan khutbah di tempat bernama Ghadir Khum. Meskipun peristiwa ini sering dikaitkan dengan isu kepemimpinan, hakikatnya peristiwa ini juga mengandung nilai-nilai luhur tentang persatuan umat.

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) adalah fondasi kekuatan umat Islam. Namun realitas umat saat ini menunjukkan bahwa perpecahan masih terus terjadi, baik karena perbedaan madzhab, politik, maupun kepentingan duniawi. Oleh karena itu, memahami pesan Ghadir Khum secara luas dan menggali nilai ukhuwah di dalamnya adalah bagian dari upaya menyatukan kembali umat yang tercerai-berai.

BACA JUGA:Teguh di Atas Kebenaran: Loyalitas Sejati Seorang Muslim dalam Pandangan Islam

Makna Peristiwa Ghadir Khum

Ghadir Khum terletak antara Makkah dan Madinah. Di sinilah Rasulullah SAW menghentikan ribuan rombongan haji untuk menyampaikan pesan penting. Dalam riwayat hadits Shahih, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ

Artinya: “Barang siapa yang aku adalah pemimpinnya (maulanya), maka Ali adalah pemimpinnya (maulanya).” (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan lainnya)

Dalam konteks ukhuwah, sabda ini bukan sekadar menunjuk seseorang sebagai pemimpin, tetapi mengandung pesan spiritual dan moral bahwa umat harus tetap berada dalam barisan yang satu, menghormati yang ditunjuk, dan menjaga harmoni dalam kepemimpinan. Imam Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sosok yang adil, bijak, dan pemberani—karakteristik pemimpin yang layak dijadikan teladan.

Ukhuwah Islamiyah: Prinsip Persatuan dalam Islam

Islam mengajarkan umatnya untuk bersatu dan menghindari perpecahan. Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali 'Imran: 103)

Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa Islam melarang umatnya terpecah belah karena perbedaan pendapat atau fanatisme golongan. Tali Allah adalah Al-Qur’an, Sunnah Nabi, dan persaudaraan yang dijalin atas dasar iman, bukan hawa nafsu atau kepentingan duniawi.

Rasulullah SAW juga bersabda:

المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Sumber:

Berita Terkait