Walau Turun, PMI Manufaktur Indonesia Masih Berada di Zona Ekspansif di Maret 2025
Industri manufaktur Indonesia--
JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - PMI Manufaktur Indonesia tercatat sebesar 52,4 pada Maret 2025, turun dari 53,6 pada Februari 2025. Namun demikian, PMI tetap berada di zona ekspansif selama tiga bulan pertama 2025.
BACA JUGA:KAI Logistik Alami Peningkatan Pengiriman Motor, Usai Libur Lebaran
BACA JUGA:Masa Angkutan Lebaran 2025, jadi Ladang Ibadah bagi Petugas KAI
Realisasi ini juga menandai bulan keempat berturut-turut kembalinya PMI Indonesia ke zona ekspansif, setelah sebelumnya berada di bawah level 50 pada Juli hingga November 2024. Di sisi lain, peningkatan PMI Manufaktur Indonesia mengindikasikan aktivitas sektor manufaktur tetap mencatatkan kinerja yang solid.
PMI yang masih berada dalam zona ekspansif ini didorong oleh pertumbuhan output dan pesanan baru yang tetap kuat, meskipun laju kenaikannya sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya.
Permintaan pasar dari domestik dan luar negeri yang masih kuat juga menjadi faktor utama yang menjaga PMI pada level ekspansif selama awal 2025. Selain itu, peningkatan output oleh perusahaan juga diiringi oleh bertambahnya aktivitas pembelian bahan baku untuk memenuhi pesanan dan mengantisipasi kenaikan penjualan pada bulan-bulan berikutnya. Upaya perusahaan untuk meningkatkan stok dan kapasitas produksi sejalan dengan optimisme produsen Indonesia terhadap penguatan permintaan pelanggan di masa mendatang.
Ke depan, faktor risiko yang dapat menghambat peningkatan ekspor manufaktur Indonesia adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan mitra dagang terbesarnya.
BACA JUGA:DPRD Seluma akan Jadwalkan Paripurna LKPj Bupati Seluma
Sumber: